Menyiapkan Kompetensi Guru untuk Mengajar dengan Kurikulum 2013 Integratif

Guru menjadi garda terdepan dalam menjalankan kurikulum baru integratif tahun 2013. Peran dan tanggunjawab guru menjadi perhatian yang serius karena tugas guru semakin berat dan luas. Janji dan pernyataan mendikbud sudah jelas bahwa kurikulum baru integratif sudah siap dan dilaksanakan pada tahun awal pelajaran bulan Juli 2013.

Secara garis besar kurikulum integratif  memuat beberapa perubahan pokok dan mendasar bagi peran guru. Perubahan itu adalah;

  1. Pengurangan jumlah mata pelajaran, Penambahan jam pelajaran.

Di tingkat SMP yang pada kurikulum KTSP ada 12 mata pelajaran, di kurikulum baru integratif menjadi 10 mata pelajaran. Sedangkan jam pelajarannya ditambah 6 jam setiap minggu.

Di tingkat SD yang pada kurikulum KTSP ada 10 mata pelajaran, di kurikulum baru integratif menjadi 6 mata pelajaran, jadi ada pengurangan 4 mata pelajaran. Sedangkan jam pelajarannya ditambah 4 jam setiap minggu.

2. Penghapusan Mata Pelajaran TIK.

Ini menjadi berat bagi guru, namun ini memang sudah menjadi tuntutan di masa kini, bahwa pelajaran TIK tidak menjadi pelajaran namun materi TIK sudah menjadi alat dalam pengajaran. Ini  sejalan dengan butir-butir pada akreditasi di komponen tengan pendidikan. Bahwa semua guru dituntut untuk dapat memanfaatkan TIK untuk sarana pengajaran.

Namun konsekunsi dari kebijakan ini harus ditanggung oleh guru. Semua guru harus dapat menguasai TIK untuk mengajar. Alasan dari depdikbud jelas bahwa TIK bukan mata pelajaran namun sudah harus menjadi sarana dan alat pendukung untuk meningkatkan kualitas dalam proses pengajaran.

Banyak juga mendapat kritikan atas kebijakan ini, karena guru belum siap dalam kemampuan TIK. Kemampuan dasar dalam menjalankan komputer, pemakaian LCD, akases internet, mengunduh (download), dan mengunggah (upload) saja belum maksimal. Maka waktu yang pendek ini masih bisa dilakukan persiapan yang cukup untuk megingkat kemampuan bidang TIKnya.

Kendalanya bagaimana jika guru belum mampu untuk mengajar komputer dan internet bagi pendidikan. Tentu bisa belajar lewat privat kemampuan komputer dan bimbingan belajar internet pendidikan. Privat Komputer, Kursus komputer, privat komputer kantor, privat komputer administrasi.

Model Pendidikan Inklusif di tiap daerah dan Pendidikan Keterampilan bagi siswa berkebutuhan Khusus

Pendidikan inklusif merupakan rangkaian kegiatan pendidikan nasional. Keberhasilan pendidikan inklusif merupakan satu komponen dalam mencapai tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan bangsa. Namun faktanya masih ada banyak kendala dan tidak mudah bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengakses pendidikan.

Pemerintah menerapkan pendidikan inklusif untuk menghilangkan hak-hak anak berkebutuhan khusus untuk belajar. Menurut direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemendiknas, Dr. Mudjito Ak, Msi, kemendiknas telah mengeluarkan Permendiknas no. 70/2009 yag meminta pemerintah daerah kabupaten/kota untuk menerapkan pendidikan inklusif. Dalam permen tersebut minimal dalam satu pemerintah daerah kabupaten/kota sudah adanya dan menyelenggarakan pendidikan inklusif.

Pemerintah juga sudah membuat program pencanangan Inclusive Education Award 2011, diharapkan pemerintah daerah lebih besar lagi memberikan porsi kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar. Sekolah dan jumlah tempat belajar juga lebih banyak lagi.

Untuk mencapai tujuan pendidikan inklusif perlu sinergi dan kerjasama dari berbagai pihak. Ini menyangkut lembaga dan kemauan untuk berbuat. Keterampilan bagi guru sebagai pembimbing dan pelatihan keterampilan komputer dan pelatihan internet bagi lulusan anak berkebutuhan khusus juga diperlukan.

Untuk guru dan pejabat di disdik mengikuti  Pelatihan dan diklat bagi guru bisa Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan, Diklat dan pelatihan komputer untuk  TU dan administrasi sekolah.

Sedangkan anak berkebutuhan khusus juga harus mendapat pelayanan pelatihan khusus bisa meliputi pelatihan tema pelatihan dan bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan, Diklat dan pelatihan komputer untuk  TU dan administrasi sekolah.

Pelatihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari anak berkebutuhan khusus ini. Dalam kenyataannya anak ini mempunyai bidag keterampilan yang patut dikembangkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan anak, dan juga untuk bekal hidup di masyarakat. daftar les privat, les privat mapel, kursus komputer, bimbel mapel