Pengertian Karakter siswa dan 18 Karakter Siswa yang diamanatkan kepada Kemendibud

Pengertian Karakter siswa dan 18 Karakter Siswa yang diamanatkan kepada Kemendibud

 

Pengertian Karakter Siswa 

Karakter berasal dari bahasa Latin character didalam bahasa Arab disebut juga khuluq artinya watak, tabiat, budi pekerti, sifat-sifat kejiwaan dan akhlak. Secara terminologi (istilah) karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan, yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat

Definisi akan Pengertian Karakter Siswa ini abstrak karena berbentuk nilai dalam kemasyarakatan dan pergaulan. Tentu siswa akan sulit mengaplikasikan atau menerapkan tanpa contoh dan tulodho dari orang dewasa di sekitarnya, bukan??

 

Kemudian untuk Tujuan pendidikan karakter siswa untuk mengembakan berbagai pontensi atau bakat kemampuan siswa dalam kaidah atau ranah tatanan nilai kemasyaarakatan yang mulia, jujur dan bertanggungjawab.

Tujuan pendidikan karakter adalah :

  1. Mengembangkan potensi afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal, dan tradisi budaya bangsa INDONESIA yang religius.

Adapun 18 karakter yang harus dimiliki oleh siswa sebagai berikut.

1.   Religius : sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2.   Jujur : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

  1. Toleransi : Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  2. Disiplin : Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan
  3.  Kerja Keras : Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
  4. Kreatif : Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  5.  Mandiri : Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas
  6.  Demokratis : Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain
  7. Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
  8. Semangat Kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya
  9. Cinta Tanah Air : Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
  10. Menghargai Prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  11. Bersahabat/Komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
  12.  Cinta Damai : Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
  13.  Gemar Membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
  14.  Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi
  15. Peduli Sosial : Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  16. Tanggung-jawab : Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Ada penjelasan lainya sebagai berikut akan dipaparkan mengenai 18 Nilai Dalam Pendidikan Karakter Versi Kemendiknas :

  1. Religius, yakni ketaatan dan kepatuahan dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama (aliran kepercayaan) yang dianut, termasuk dalam hal ini adalah sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama (aliran kepercayaan) lain, serta hidup rukun dan berdampingan.
  2. Jujur, yakni sikap dan perilaku yang menceminkan kesatuan antara pengetahuan, perkataan, dan perbuatan (mengetahui apa yang benar, mengatakan yang benar, dan melakukan yang benar) sehingga menjadikan orang yang bersangkutan sebagai pribadi yang dapat dipercaya.
  3. Toleransi, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan agama, aliran kepercayaan, suku, adat, bahasa, ras, etnis, pendapat, dan hal-hal lain yang berbeda dengan dirinya secara sadar dan terbuka, serta dapat hidup tenang di tengah perbedaan tersebut.
  4. Disiplin, yakni kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku.
  5. Kerja keras, yakni perilaku yang menunjukkan upaya secara sungguh-sungguh (berjuang hingga titik darah penghabisan) dalam menyelesaikan berbagai tugas, permasalahan, pekerjaan, dan lain-lain dengan sebaik-baiknya.
  6. Keratif, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan inovasi dalam berbagai segi dalam memecahkan masalah, sehingga selalu menemukan cara-cara baru, bahkan hasil-hasil baru yang lebih baik dari sebelumnya.
  7. Mandiri, yakni sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan berbagai tugas maupun persoalan. Namun hal ini bukan berarti tidak boleh bekerjasama secara kolaboratif, melainkan tidak boleh melemparkan tugas dan tanggung jawab kepada orang lain.
  8. Demokratis, yakni sikap dan cara berpikir yang mencerminkan persamaan hak dan kewajiban secara adil dan merata antara dirinya dengan orang lain.
  9. Rasa ingin tahu, yakni cara berpikir, sikap, dan perilaku yang mencerminkan penasaran dan keingintahuan terhadap segala hal yang dilihat, didengar, dan dipelajari secara lebih mendalam.
  10. Semangat kebangsaan atau nasionalisme, yakni sikap dan tindakan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau individu dan golongan.
  11. Cinta tanah air, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa bangga, setia, peduli, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, budaya, ekomoni, politik, dan sebagainya, sehingga tidak mudah menerima tawaran bangsa lain yang dapat merugikan bangsa sendiri.
  12. Menghargai prestasi, yakni sikap terbuka terhadap prestasi orang lain dan mengakui kekurangan diri sendiri tanpa mengurangi semangat berprestasi yang lebih tinggi.
  13. Komunikatif, senang bersahabat atau proaktif, yakni sikap dan tindakan terbuka terhadap orang lain melalui komunikasi yang santun sehingga tercipta kerja sama secara kolaboratif dengan baik.
  14. Cinta damai, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan suasana damai, aman, tenang, dan nyaman atas kehadiran dirinya dalam komunitas atau masyarakat tertentu.
  15. Gemar membaca, yakni kebiasaan dengan tanpa paksaan untuk menyediakan waktu secara khusus guna membaca berbagai informasi, baik buku, jurnal, majalah, koran, dan sebagainya, sehingga menimbulkan kebijakan bagi dirinya.
  16. Peduli lingkungan, yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.
  17. Peduli sosial, yakni sikap dan perbuatan yang mencerminkan kepedulian terhadap orang lain maupun masyarakat yang membutuhkannya.
  18. Tanggung jawab, yakni sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik yang berkaitan dengan diri sendiri, sosial, masyarakat, bangsa, negara, maupun agama.

18 Nilai Dalam Pendidikan Karakter Versi Kemendiknas ini sebagai upaya dalam upaya membangun karakter bangsa melalui pendidikan di sekolah atau madrasah.

Sumber :

http://smpn15bandung.sch.id/

 

Peningakatan SDM LKG
Peningakatan SDM LKG
Pengembangan SDM Masa Depan
Pengembangan SDM Masa Depan

Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Privat Belajar PR Online, Kerjakan PR mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR, Les Privat (Belajar Mandiri) CALISTUNG untuk PAUD, TK, SD Kelas 1,  Materinya adalah Dasar-dasar Membaca, Cara Membaca, Menulis Huruf, dan Berhitung. Les Privat (Belajar Mandiri) UM PNS ujian masuk CPNS ujian pengawai negeri. Materi kemampuan dasar, pengetahuan umum.

Karakter siswa, Karakter 18 Pendidikan, Media Belajar Online, Privat Media Online, Daftar Privat Online, Pendaftaran Privat Online, Privat Jogja, Guru Privat Jogja

Arti Sekolah Arti Sekolah Full Day dan definisi Sekolah seharian di Indonesia

Arti Sekolah  Arti Sekolah Full Day dan definisi Sekolah seharian di Indonesia. Untuk membahas arti sekolah kita ambil sumber dari Wikipedia Indonesia sebagai berikut:

Sekolah adalah tempat didikan bagi anak anak. tujuan dari sekolah adalah mengajar tentang mengajarkan anak untuk menjadi anak yang mampu memajukan bangsa . Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru.

https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah

 

Kemudian kalau kita simak arti sekolah ful day atau sekolah seharian yang bersumber dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Online sebagai berikut:

sekolah/se·ko·lah/ n 1 bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut tingkatannya, ada) — dasar, — lanjutan, — tinggi; (menurut jurusannya, ada) — dagang, — guru, — teknik, — pertanian, dan sebagainya: keluar — , sudah tidak belajar di sekolah lagi; pernah duduk di bangku — , pernah belajar di sekolah; tidak makan — , cak tidak mendapat pendidikan di sekolah; tidak terpelajar; 2 waktu atau pertemuan ketika murid diberi pelajaran: — mulai pukul setengah delapan pagi; 3 usaha menuntut kepandaian (ilmu pengetahuan); pelajaran; pengajaran: ia hendak melanjutkan — nya ke Jakarta; — nya tinggi, sudah banyak mendapat pelajaran; sudah masak — nya, sudah pandai benar; 4 cak belajar di sekolah; pergi ke sekolah; bersekolah: mengapa engkau tidak — hari ini?;

— agama sekolah yang memberi pendidikan dalam hal keagamaan;
— ambah sekolah pertukangan pada zaman Hindia Belanda;
— dagang sekolah tempat orang belajar dan mengajarkan ilmu dagang (niaga);
— dasar sekolah tempat memperoleh pendidikan sebagai dasar pengetahuan untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi;
— dasar kecil lembaga pendidikan dasar yang didirikan di daerah terpencil dan berpenduduk sedikit, jumlah murid sedikit (minimal tiga orang);
— kejuruan sekolah tempat belajar bidang tertentu, seperti ekonomi, pertanian, dan teknik;
— kesenian sekolah yang memberi pendidikan dalam suatu cabang kesenian
— laboratorium sekolah (dasar dan menengah) yang langsung di bawah pengawasan suatu lembaga pendidikan guru untuk mengadakan latihan praktik, peragaan, dan sebagainya;
— lanjutan sekolah selepas sekolah dasar, sebelum perguruan tinggi;
— lanjutan tingkat atas sekolah menengah tingkat atas;
— lanjutan tingkat pertama sekolah menengah tingkat pertama;
— menengah sekolah lanjutan;
— menengah atas sekolah umum selepas sekolah menengah pertama sebelum perguruan tinggi;
— menengah kejuruan sekolah menengah setingkat sekolah menengah umum;
— menengah pertama sekolah umum selepas sekolah dasar, sebelum sekolah menengah umum;
— menengah tingkat atas sekolah umum atau kejuruan selepas sekolah menengah tingkat pertama, sebelum perguruan tinggi;
— menengah tingkat pertama sekolah umum atau kejuruan selepas sekolah dasar sebelum sekolah menengah tingkat atas;
— menengah umum sekolah umum selepas sekolah menengah tingkat pertama sebelum perguruan tinggi;
— penerbangan sekolah tempat belajar seluk-beluk ilmu penerbangan (tentang hal terbang, pesawat terbang);
— pertukangan sekolah tempat belajar berbagai kepandaian bertukang;
— raja ark sekolah guru;
— tinggi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau pendidikan profesional dalam satu disiplin ilmu tertentu;

bersekolah/ber·se·ko·lah/ v 1 belajar di sekolah; pergi ke sekolah; 2 mendapat pendidikan atau pengajaran di sekolah; berpelajaran; 3 cak belajar (pada); berguru (pada);

menyekolahkan/me·nye·ko·lah·kan/ v 1 memasukkan ke sekolah; mengirimkan ke sekolah (untuk belajar); 2 menyuruh belajar ke sekolah; memberikan biaya sekolah;

sekolahan/se·ko·lah·an/ n 1 gedung sekolah; 2 sekolah;

persekolahan/per·se·ko·lah·an/ n segala sesuatu mengenai sekolah

Sumber dari http://kbbi.web.id/sekolah

 

Tentu akan lebih gambling jika kita juga melihat dan membahasa art sekolah full day dari para pakar dan ahli endidikan. Pengertian dari Pakar sebagai berikut:

Kata Sekolah berasal dari bahasa latin, yaitu skhhole, scola, scolae atau skhola yang berarti waktu luang atau waktu senggang. Sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah kegiatan mereka yang utama, yaitu bermain dan menghabiskan waktu menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang ialah mempelajari cara berhitung, membaca huruf-huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendamping dalam kegiatan sekolah anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan-kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajarannya.

Menurut Sunarto pada saat ini kata sekolah telah berubah artinya menjadi bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat memberi dan menerima pelajaran. Setiap sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah dan kepala sekolah dibantu oleh wakilnya. Bangunan sekolah disusun secar meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain. Ketersediaan sarana pada suatu sekolah memiliki peranan penting dalam terlaksananya proses pendidikan.

  1. Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa atau murid di bawah pengawasan pendidik atau guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya wajib dalam upaya menciptakan anak didik yang mengalami kemajuan setelah mengalami proses melalui pembelajaran. Menurut negara  nama-nama untuk sekolah-sekolah itu bervariasi, akan tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.
  1. Selain itu sekolah inti, anak didik di negara tertentu juga memiliki akses dan mengikuti sekolah, baik sebelum maupun sesudah pendidikan dasar danmenengah. TK (Taman Kanak-kanak) atau prasekolah menyediakan sekolah untuk beberapa anak yang masih muda (biasanya pada umum 3 sampai 5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, universitas (perguruan tinggi) tersedia pula setelah sekolah menengah. Suatu sekolah mungkin saja didedikasikan untuk satu bidang tertentu, misalnya seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif dapat menyediakan kurikulum dan metode nontradisional.
  1. Ada juga sekolah non-pemerintah yang disebut sekolah swasta (private schools). Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka, keagamaan, seperti sekolah islam (madrasah, pesantren), sekolah kristen, sekolah katolik dan lain sebagainya yang memiliki standar lebih tinggi untuk mempersiapkan prestasi pribadi anak didik. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga pelatihan perusahaan dan pelatihan militer.
  1. Sekolah sebagai organisasi adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik itu yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, dimana fungsinya sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Pada dasarnya sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk suatu organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Terbentuknya lembaga sosial itu berawal dari norma-norma yang dianggap penting dalam kehidupan bermasyarakat dan individu yang saling membutuhkan kemudian timbul aturan-aturan yang dinamakan norma kemasyarakatan. Lembaga sosial sering disebut dengan pranata sosial.

Demikianlah hasil pembahasan mengenai pengertian sekolah, semoga tulisan saya mengenai pengertian sekolah dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Sekolah :

– Abdullah Idi, 2011. Sosiologi Pendidikan (Individu, Masyarakat, dan Pendidikan). Penerbit PT Raja Grafindo Persada : Jakarta

http://kbbi.web.id/sekolah

https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah

Sekolah : Apa itu Sekolah ?

 

Pemetaan denga Teknologi Gatek HP Android
Pemetaan denga Teknologi Gatek HP Android

Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Privat Belajar PR Online, Kerjakan PR mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR, Les Privat (Belajar Mandiri) Bahasa Indonesia untuk Orang Asing.  Les Privat (Belajar Mandiri) UM  PTN/PTS Favorit. Jika mau belajar lebih awal lebih siap bersaing masuk UGM, ITB, IU, UNY dan PTN favorit anda.

Sekolah sistem full day, Sekolah Full day, Sekolah Seharian, Media Belajar Online, Privat Media Online, Daftar Privat Online, Pendaftaran Privat Online, Privat Jogja, Guru Privat Jogja