Museum Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono IX 1939-1988 Yogyakarta

Museum Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono IX 1939-1988 Yogyakarta.

Koleksi Patung Sri Sultan Hamengku Buwono IX 1939-1988 Yogyakarta

Di Kraton Yogyakarta anda akan dapat melihat dan belajar secara langsung bagaimana budaya Jawa hidup dan terus dilestarikan. Pada tahun 1755 Kraton Yogyakarta berdiri setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti yang berisi bahwa kerajaan Mataram dibagi menjadi 2 yaitu Kasunanan Surakarta dan kasultanan Yogyakarta. Dan dipilihnya Hutan beringin yang diapit oleh dua sungai menjadi pilihan berdirinya Kraton Yogyakarta karena dianggap baik dan terlindungi dari kemungkinan banjir. Dibangunya kraton juga berdasar dari sumbu imajiner barat-timur sebagai sumbu sekunder, utara-selatan sebagai sumbu primer

1-sri-sultan-hamengku-buwono-ix-2
1-sri-sultan-hamengku-buwono-ix
1-sri-sultan-hamengku-buwono-ix-3
1-sri-sultan-hamengku-buwono-ix
1-sri-sultan-hamengku-buwono-ix-3
1-sri-sultan-hamengku-buwono-ix

Pada perjanjian tersebut Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan atas Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwono Senopati Ingalaga Abdul Rakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah. Dari putusan tersebut Pangeran Mangkubumi resmi menjadi Sultan pertama di Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Berikut Sultan yang pernah menjadi raja di Kraton Yogyakarta dan lama masa jabatannya :

  1. Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792)
  2. Sri Sultan Hamengku Buwono II (1792-1810)
  3. Sri Sultan Hamengku Buwono III (1810-1813)
  4. Sri Sultan Hamengku Buwono IV (1814-1822)
  5. Sri Sultan Hamengku Buwono V (1822-1855)
  6. Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877)
  7. Sri Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921)
  8. Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939)
  9. Sri Sultan Hamengku Buwono IX (1939-1988)
  10. Sri Sultan Hamengku Buwono X (1988-sekarang)

Kraton Yogyakarta terbagi menjadi 5 lapis tata ruang yang tersusun secara konsetrik yang terdiri dari :

  1. Lapisan terluar : Alun-alun Selatan
  2. Lapisan kedua : Siti Hinggil
  3. Lapisan ketiga : Pelataran Kemadhungan Utara dan Selatan.
  4. Lapisan keempat : Pelataran Sri Manganti dan bangsal Sri Manganti
  5. Lapisan Terakhir : pusat konsentrik yag terdapat pelataran Kedhaton.

Dari setiap pelataran tersebut dihubungkan oleh beteng yang ada gerbangnya berjumlah sembilan yang  menyimbolkan bahwa kesempurnaan sebagai alegori dari sembilan lubang yang terdapat pada manusia, yang terdiri dari :

  1. Gerbang Pangurakan
  2. Gerbang Brajanala
  3. Gerbang Srimanganti
  4. Gerbang Danapratapa
  5. Gerbang Kemangangan
  6. Gerbang Gadung Mlathi
  7. Gerbang Kemandhungan
  8. Gerbang Gading
  9. Gerbang Tarub Agung

Ruang pada Kraton Yogyakarta mempunyai kesakralan tersendiri dari pada kegiatan Sultan di ruangan tersebut, Di Siti Hinggil, Pagelaran, dan Alun-alun dalam setahun Sultan hanya berkunjung 3 kali, yakni pada saat Pisowanan Ageng Sawal, Besar ,dan Grebeg Mulud. Serta pada saat kesempatan khusus pada penobatan Putra Mahkota/Pangeran Adipati Anom dan Sultan. Sosok Sultan juga dianggap sakral begitu juga dalam kegiatan yang dilakukannya, dalam kehidupan di Kraton Sultan merupakan figure nomor satu, sebagai wakil tuhan dari bumi, yang berkuasa dalam militer dan keagamaan.

Koleksi Video  dari Yutobe.

Museum Keraton Ngayogyakarta dan Museum Kereta di dalam kraton Yogyakarta

https://www.youtube.com/watch?v=w7_0BPLOToA

Gendeng Jawa

https://youtu.be/uqCmqsV1zso

Dan ada juga prosesi jumeneng dalem oleh Harmanto H (Jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwono X)

Sumber dari

https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Ngayogyakarta_Hadiningrat

http://museumjogja.org/id/content/20-museum-keraton-yogyakarta

http://news.detik.com/berita/3033667/mengintip-ribuan-motif-koleksi-museum-batik-keraton-yogyakarta

http://www.pakettourjogja.com/tag/kraton-kasultanan-yogyakarta-hadiningrat

http://www.kebudayaanindonesia.com/2014/12/wisata-kaya-sejarah-dan-budaya-di-kota.html

http://www.griyawisata.com/nasional/nasional/artikel/ada-apa-dengan-koleksi-museum-batik-keraton-yogyakarta-ini

Museum Hamengku Buwono IX Keraton Ngayogyakarta, Pendiri Museum Hamengku Buwono IX Keraton Ngayogyakarta, Koleksi Museum Hamengku Buwono IX Keraton Ngayogyakarta, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour

Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Les Privat (Belajar Mandiri) Mapel SD/MI Mapel  SD MI dan Bahasa Daeraj (Jawa).  Les Privat (Belajar Mandiri) Mapel SMP/MTs Mapel  SMP MTs dan Bahasa Daerah (Jawa). Privat Bahasa Jawa Jogja, Guru Privat Bahasa Jawa, Belajar Privat Bahasa Jawa, Tempat Privat Bahasa Jawa, Guru Belajar Privat Jawa, Tempat Les Bahasa Jawa, Lokasi Privat Bahasa Jawa, Belajar Bahasa Jawa Privat, Privat Bahasa Daerah  Kerjakan PR Online Mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR , Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Les  Privat (Belajar Mandiri) Mapel SMA/MA/SMK Mapel  SMA MA SMK dan Bahasa Daeraj (Jawa) Les Privat (Belajar Mandiri) Bahasa Asing (Inggris, German, Mandarin). Privat Karyawan English Conversation, Mahasiswa Inggris persiapan kerja.

Museum Kereta Kencana Keraton Ngayogyakarta di Kompleks Kraton Yogyakarta

Museum Kereta Kencana Keraton Ngayogyakarta di Kompleks Kraton Yogyakarta

Koleksi Foto Kereta

https://www.youtube.com/watch?v=raPfzRP8y88

Museum Kareta Karaton Ngayogyakarta

Koleksi Foto foto Kereta berikut

2-halaman_depan_museum_kereta_keraton_yogyakarta_yang_letaknya_tidak_jauh_dari_keraton
2-halaman_depan_museum_kereta_keraton
2-kereta-keraton-jogja
2-kereta-keraton-jogja
2-kereta-keraton-jogja
2-kereta-keraton-jogja
2-kereta-keraton-jogja
2-kereta-keraton-jogja

Museum, berdasarkan definisi yang diberikan International Council of Museums disingkat ICOM, adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan oleh arena itu bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis. Hakekat museum yaitu sebagai media edukasi, gudang ilmu dan tempat pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

Museum Kareta Kraton Ngayogyakarta terletak tidak jauh dari Kraton Yogyakarta itu sendiri. Museum ini menyimpan berbagai koleksi kereta-kereta yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta. Bila kita berkunjung kesana, ada baiknya jika didampingi oleh pemandu ketika memasuki museum kereta tersebut, karena kalau tidak belum tentu kita  akan mengerti cerita dan latar belakang sejarah tiap-tiap kereta yang pastinya tidak sama. Biaya masuk untuk mengunjungi Museum Kareta Karaton Nyogyakarta ini adalah sebesar 3000 rupiah per orang dan 1000 rupiah untuk ID foto (bagi yang membawa kamera). Jam buka museum sendiri mulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Umumnya semua kereta dibeli pada jaman Sri Sultan HB VIII yang dianggap sebagai Sultan pembaharu. Beliau jugalah yang melakukan renovasi Kraton, membeli banyak kereta dan dianggap Sultan yang kaya karena pada jamannya tidak terjadi peperangan (peperangan banyak terjadi pada masa Sri Sultan HB VII).

Berdasarkan penjelasan guide yang bernama Bapak Kardi, kita dapat mengetahui sejarah-sejarah kereta yang terdapat disana seperti berikut :

1.      Kareta Kyai Jongwiyat.

Kereta ini dibuat oleh Belanda pada tahun 1880. Kereta Kyai Jongwiyat ini merupakan salah satu kereta peninggalan Sri Sultan HB VII. Kereta ini ditarik enam ekor kuda dan digunakan oleh manggala yudha atau panglima perang. Tetapi pada tanggal 18 Oktober 2011 kereta ini digunakan untuk upacara pernikahan anak bungsu Sultan, sebelumnya pada tahun 2002 juga digunakan untuk pernikahan anak pertama. Sekarang kereta ini digunakan untuk acara pernikahan dan usianya sekarang 133 tahun

2.      Kareta Kyai Jolodoro.

Kareta ini dibuat oleh Belanda pada tahun 1815 dan merupakan peninggalan Sri Sultan HB IV. Ditarik dua ekor kuda. Kareta ini digunakan oleh manggala yudha atau panglima perang untuk mengontrol pasukan barisannya. Usia kareta ini 198 tahun.

3.      Kareta Roto Biru.

Kareta ini buatan Belanda pada tahun 1901. Peninggalan HB  VIII. Kereta ini dinamakan roto biru karena sesuai dengan warna dan sudah mengalami renovasi. Kareta ini ditarik oleh enam ekor kuda. Dahulu kareta ini digunakan oleh manggala yudha atau panglima perang. Dua tahun yang lalu kareta ini digunakan untuk pengiring-pengiring pengantin yang semuanya menggunakan baju berwarna biru yang disesuaikan dengan warna kareta.

4.      Kyai Rejo Pawoko.

Kareta ini dibuat pada tahun 1901 dan merupaka buatan Belanda. Kareta ini adalah peninggalan Sultan HB VIII dan ditarik oleh empat ekor kuda. Kareta ini digunakan oleh keluarga-keluarga sultan, pada waktu pernikahan dua tahun lalu dinaiki oleh adik-adik sultan. Kareta ini sudah mengalami renovasi.

5.      Kareta Landower.

Kareta ini dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII pada tahun 1901, buatan Belanda. Dahulu sempat dipamerkan di Hotel Ambarukmo. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

6.      Kareta Premili.

Kareta ini dirakit di Semarang pada tahun 1925 dengan spare-part yang didatangkan dari Belanda. Digunakan untuk menjemput penari-penari Kraton. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

7.      Kareta Kus Sepuluh.

Buatan Belanda pada tahun 1901 pada masa Sri Sultan HB VIII. Aslinya adalah kareta Landower dan bisa dipergunakan untuk pengantin. Walaupun bisa dipergunakan sebagai kareta pengantin namun pada acara pernikahan putri Sri Sultan HB X yang baru saja kareta ini tidak dipakai oleh mempelai.

8.      Kareta Kapulitin.

Kereta ini maerupakan kereta buatan dalam negeri yaitu Yogyakarta pada tahun 1921. Merupakan kareta untuk pacuan kuda. Peninggalan Sultan HB VIII, ditarik oleh 1 ekor kuda saja . Kereta ini digunakan untuk berburu..

9.      Kareta Kyai Kutha Kaharjo.

Kereta ini buatan Berlin, Jerman pada tahun 1927 danditarik oleh empat ekor  kuda. Kereta ini adalah peninggalan Sultan HB VIII dan digunakan sebagai kendaraan istri Raja dan untuk mengiringi acara-acara yang diselenggarakan oleh Kraton.

10.  Kareta Kus Gading.

Dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII. Buatan Belanda pada tahun 1901. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

11.  Kareta Kyai Puspoko Manik

Kareta buatan Belanda pada tahun 1901 yang dipergunakan sebagai pengiring acara-acara Kraton termasuk untuk pengiring pengantin. Ditarik oleh 4 ekor kuda. Kereta ini adalah peninggalan Sultan HB VIII. Tahun 2011 kemarin digunakan untuk prosesi tukar cincin.

12.  Kareta Roto Praloyo.

Merupakan kareta jenazah yang dibuat pada tahun 1938. Kereta Roto Praloyo (roto = kereta, praloyo = meninggal). Kareta inilah yang membawa jenazah Sultan dari Kraton menuju Imogiri. Ditarik oleh 8 ekor kuda. Kereta ini asli buatan Yogyakarta. Kereta Roto Praloyo ini sudah dua kali digunakan yaitu ketika meninggalnya Sultan HB VIII dan Sultan HB IX.

13.  Kareta Kyai Jetayu.

Kereta ini merupakan peninggalan Sultan HB VIII. Buatan Yogyakarta pada tahun 1931. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda dan digunakan oleh putri raja untuk menonton pacuan kuda.

14.  Kareta Kyai Harsunaba.

Kereta ini adalah buatan Belanda dan dibuat pada tahun 1870. Kereta ini peninggalan Sultan HB VI dan digunakan oleh pangeran (putra raja dari selir), tidak berhak menggantikan raja maka simbol mahkota pada kereta kecil. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

15.  Kareta Kyai Wimono Putro.

Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VI tahun 1860.  Dipergunakan pada saat upacara pengangkatan putra mahkota. Kondisinya masih asli (warna kayu). Ditarik oleh 6 ekor kuda.

16.  Kareta Kyai Manik Retno.

Kereta ini adalah buatan Belanda pada tahun 1815. Kereta ini digunakaan untuk pesiar atau untuk jalan-jalan Sultan dan permaisuri. Kereta ini sudah mengalami renovasi yaitu pada bagian jok dan atapnya.

17.  Kareta Kanjeng Nyai Jimad.

Merupakan kereta paling tua dan masih dikarematkan. Kereta ini buatan Belanda pada tahun 1750. Usia kereta ini sudah mencapai 263 tahun, dan pernah digunakan oleh Sultan HB I sampai Sultan HB V untuk pelantikan atau penobatan raja. Kereta ini ditarik oleh delapan ekor kuda warna putih. Setiap 1 tahun sekali di bulan muharam atau suro, kereta ini dimandikan dan airnya banyak diperebutkan oleh masyarakat setempat untuk dicari berkahnya

18.  Kareta Mondro Juwolo.

Kereta ini adalah buatan Inggris, pada tahun 1800. Kereta ini peninggalan Sultan HB III, ayah dari Pangeran Diponegoro. Pada tahun 1825-1830 digunakan untuk perang melawan Belanda yang ditarik oleh enam ekor kuda. Kereta ini merupakan kereta anti peluru dan anti bom, apabila di naiki oleh Pangeran Dionegoro. Cat-nya diperbarui pada saat diadakannya Festival Kraton Nusantara. Fungsinya adalah sebagai alat transportasi.

19.  Kareta Garudo Yeksa..

Kereta ini disebut Kereta Kencana. Dihiasi dengan emas 18 karat dan dibuat oleh Belanda pada tahun 1861. Kereta ini adalah peninggalan dari Sultan HB VI. Kereta Garuda Yeksa ditarik oleh delapan ekor kuda warna putih dan digunakan untuk pelantikan raja mulai dari Sultan HB VI sampai sekarang. Kereta ini sakral karena saat menaiki kereta ini raja tidak boleh didampingi oleh istri.

20.  Kareta Landower Wisman.

Dibeli dari Belanda pada tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII dan direnovasi pada tahun 2003, Dipergunakan sebagai sarana transportasi pada saat melakukan penyuluhan pertanian. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

21.  Kareta Landower Surabaya.

Kereta ini dibuat oleh Belanda pada tahun 1901. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda dan sudah mengalami renovasi. Kareta ini buatan Swiss dan dipergunakan sebagai sarana transportasi penyuluhan pertanian di Surabaya.

22.  Kareta Landower.

Kereta ini dibuat oleh Belanda pada tahun 1901. Kereta ini ditarik oleh empat ekor kuda dan sudah mengalami renovasi. Digunakan sesuai dengan namanya yaitu untuk antar jemput tamu mancanegara.

23.  Kyai Noto Puro.

Kareta ini buatan Belanda pada tahun 1870, pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VII yang aslinya dipergunakan untuk manggala yudha atau dalam peperangan. Bentuk fisiknya sudah mengalami renovasi. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Selain koleksi kareta, kita juga bisa melihat replika pelana yang dipergunakan oleh Sultan, yaitu  Pelana Kyai Cekatha. Pelana Sultan yang asli mengandung emas dan butiran berlian. Beberapa pelana terbuat dari kulit macan.  Ada juga koleksi pakaian dan aksesori pengendali kuda.

Sumber dari

http://deviciptyasari.blogspot.co.id/2013/04/museum-kareta-karaton-ngayogyakarta.html

http://www.tribunnews.com/travel/2015/06/12/museum-keraton-yogyakarta-tempat-bersemayam-23-kereta-kencana-milik-raja-jogja

http://alumni.ugm.ac.id/simponi/?page=ibrt_ugm&bid=55

Museum Kereta Kencana Keraton Ngayogyakarta, Pendiri Kereta Kencana Keraton Ngayogyakarta, Koleksi Museum Kereta Kencana Keraton Ngayogyakarta, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Privat Belajar PR Online, Kerjakan PR mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR, Les Privat (Belajar Mandiri) Komputer,  Les Privat (Belajar Mandiri) Internet. Internet Administrasi sekolah, Bidang internet marketing.