Jepang selain sukses membuat dunia semakin “kecil”, internet adalah
panglima perang yang handal dalam pertempuran bisnis. Tinggal
bagaimana kita mengantisipasi dan memanfaatkannya untuk mengambil
kesempatan. Sebenarnya proyek yang digarap terbilang sederhana
hanya mengabungkan atau membangun situs internet bersama. Tapi ini
proyek komersial bukan sosial. Artinya proyek ini murni mencari
untung. Urusan mencari pasar tersebut tanpaknya bukan hal sulit,
harga sudah ditetapkan, begitu pula dengan segmen pelanggan
bidikannya.
Proyek situs online bersama ini menjadi topik
perbincangan menarik di Jepang, karena melibatkan media besar. Ide
ini terbilang langka di dunia bisnis Jepang, namun kali ini internet
mendekatkan mereka dalam mencari keuntungan. Pelopornya adalah
Yomiuri, Nikkei, dan Asahi Shimbun yang telah bersepakat untuk
berkolaborasi.
Asahi Shimbun juga magaet Nikkan Kogyo Shimbun Co, untuk membanguna
databasse bersama yang berisi artikel yang disiarkan Yomiuri,
Nikkei dan Asahi. Jiji Press, Asahi dan Nikkan telah meluncurkan
layanan bersamanya di internet pada bulan April dengan target adalah
perusahaan berskala kecil dan menengah.
Melalui layanan yang diberi nama Kijisaku (mencari artikel) tersebut,
terbuka kesempatan bagi pelanggan untuk memanfaatkan sedikitnya
delapan juta artikel, termasuk artikel dari majalah Asahi Shimbun.
Biaya langganan per bulannya, mencapai 6.300 yen setara Rp 535.000,
untuk mengakses 100 artikel. (Diambil dan diringkas dari Bisnis
Indonesia, 17 Februari 2007)