Mau Download Artikel ini
Klik Judulnya !
The Art of Loving
Konon manusia diciptakan oleh Tuhan, dengan perencanaan yang baik
dan sempurna. Hati yang ditaruh pada setiap diri manusia diciptakan
tidak lengkap, ada yang setengah, ada yang sepertiganya, dan ada
yang hampir lengkap. Sisanya yang lain ditaruh dihati manusia yang
lainnya. Baru setelah itu manusia dikirim ke bumi. Dan inilah yang
menjadi tugas manusia untuk mencari dan mendapatkan kembali
kepingan-kepingan hati nya justru melalui hubungan dan perhatiannya
kepada orang lain. Mereka yang terobsesi mencari pada diri sendiri
saja akan sia-sia.
Namun, ini yang menarik, melalui cinta dan perhatian kita ada orang
lainlah, maka hati kita menjadi utuh kembali. Menariknya lagi kita
tidak pernah diberitahu dimana dan pada siapa kepingan hati kita
ditaruh. Kita hanya bisa mencari dan berusaha. Kita juga harus ingat
bahwa kita pun menyimpan kepingan hati orang lain dan juga harus
berusaha mengembalikannya. Inilah bagian dari seni mencintai bagi
manisua di dunia.
Sebenarnya tubuh kita sama dengan hati, jika tubuh perlu makanan
dan oksigen, maka hati perlu cinta. Cinta adalah obat anti depresi
terbaik di dunia. Realitas justru menemukan bahwa mereka yang
gampang depresi tidak mudah untuk mencintai, baik diri mereka
sendiri atau orang lain. Berikut ada 4 tip cinta sebagai landasan
dalam memainkan seni cinta dalam kehidupan manusia.
Pertama, kita bedakan antara cinta dan sensasi. Cinta adalah
sesuatu yang lama serta mendalam, sedangkan sensansi hany sesaat.
Banyak orang berusaha mencari ke sana ke mari untuk mendapatkan
cinta yang spektakuler, yang meyebabkan hidupnya jadi bertualang
dari satu orang ke orang lain. Pada dasarnya ini bukan cinta, tapi
sensasi.
Kedua, cinta bukanlan proses pasif. Banyak film dan cerita novel
yang seolah-olah mengajari bahwa cinta adalah sesuatu yang kebetulan
dan orang hanya menunggu ketika momennya tiba. Cinta itu hubungan
yang saling memberikan respon dan membagi kasih sayang, dan siap
menerima hal yang sedikit tidak cocok betul sehingga siap
menyesuaikan.
Ketiga, cinta bukanlah bisnis. Banyak orang mencintai dengan harapan
akan mendaptkan balasan tertentu. Akibatnya, saatnya tidak
mendapatkan apa yang diharapkan, orang menjadi kecewa. Cinta adalah
hubungan sosial manusia untuk meningkatkan eksitensinya.
Keempat, perasaan cinta pun menyehatkan secara fisiologis. Perasaan
cinta ternyata menghasilkan suatu zat oksitoksin yang sangat berguna
bagi tubuh. Zat ini yang membuat kita merasa nyaman, hangat dan
ceria terus. Pada kasus obat-obat terlarang juga bisa memberikan
efek yang mirip dengan cinta tapi sifatnya hanya sesaat. (Diambil
dan diringkas dari Bisnis Indonesia, 17 Februari 2007)