Artikel Siswa   NUSAGAMA

 
Beranda Sekolah Konsultasi Siswa Artikel Pendidikan Latihan Soal Download Soal Profil Kami
 
 

Selamat Datang di Nusagama.com   TITIAN TEPAT, RAIH PRESTASI PUNCUK. TERIMA KASIH.     Terus Belajar, Bekerja: Sempurnakan Kehidupan, Iman.  Selamat Belajar, Semoga Sukses.

 
 
 
 

JUDUL ARTIKEL

Potongan APBN-P vs Kualiatas PT

Lack of Understanding and ....

Oh Hormon Psikologi
Blog dan Pencitraan calon Presiden
Angka Tinggal Kelas Tinggi , apa bodoh?
Misteri Soliter

Pelaku Mesum dan GATEK

Kesempatan Positif Internet

Tema pokok pembangunan SDM
Alkisah sebuah Negeri

Globalisasi dan Biaya PT

Jepang investasi tinggi di Internet
Di Mana Titik Terendah
The Art of Loving
Nah Kenapa Jadi Lupa Tetangga
PT TOP di Malaysia
Presiden vs dunia maya
Tantangan Pembangunan masa depan
PT TOP Dunia di Indonesia
Energi Cinta
Otak Pencuri Arca NADIS...

PT TOP di EROPA

Blog dan Pencitraan
PT TOP di DUNIA
Pendidikan Sistem Kamar Mandi
Ada 1,1 Juta pelajar kena Narkoba

Belajar dan Alam

Kepedulian Lahirkan ...
Cita-cita Luhur

Batu Kecil

Ulang Tahunku
Tema Pokok Pembangunan Pendidikan
Syarat fungsional Sertifikasi guru
 
 
 
 
 

 

Kami menerima artikel anda (pelajar dan umum) yang berminat artikelnya dimuat dalam websites ini. Silahkan kirim, via e-mail nusagama@yahoo.com

Mau Download Artikel ini

Klik Judulnya !

 

Kepedulian atas Pendidikan Lahirkan Manusia Unggul

Kompas.com,  Sabtu, 8 Maret 2008 | 02:15 WIB

Berbahagialah Anda yang memiliki pemimpin yang amat peduli dengan pendidikan. Mengapa? Sebab, dari kepedulian itu akan lahir manusia-manusia unggul.

Adalah Kabupaten Musi Banyuasin yang kini berubah total. Meski sebagai daerah penghasil minyak dan gas cukup besar di Sumatera Selatan, dulu daerah itu merupakan daerah paling tertinggal di Sumsel. Segala ketertinggalan itu kini coba diatasi melalui pendidikan.

”Pada tahun 2002 saya menentukan anggaran pendidikan di atas 20 persen sehingga biaya sekolah, mulai SD hingga SMA negeri, swasta, dan madrasah, dapat digratiskan. Buku pelajaran juga gratis. Untuk sekolah gratis, yang harus diperhatikan adalah guru. Penolakan pertama justru datang dari guru karena mereka kehilangan pendapatan sampingan,” tutur Bupati Musi Banyuasin Alex Noerdin yang menjadi bupati sejak 2002.

Guru, kunci sukses

Alex menyadari guru adalah kunci sukses pendidikan. Maka, keputusan menggratiskan pendidikan diikuti dengan memberikan kesejahteraan kepada guru berupa uang makan Rp 6.000 per hari. Selain itu, guru juga mendapat seragam dinas, bantuan transportasi sepeda motor atau speedboat. Tidak hanya itu, para guru juga ”diberi masa depan”. Guru honorer harus bisa diangkat menjadi PNS dan mendapat kesempatan meningkatkan kemampuan melalui program Wajib Kuliah. Tahun 2006 300 guru ikut program itu, tahun 2007 sebanyak 1.800 guru, dan tahun 2008 menjadi 3.000 guru. Cita-citanya, tahun 2009 sebanyak 7.200 guru di Musi Banyuasin sudah berijazah S-1.

”Untuk membiayai program sekolah gratis, kami harus meningkatkan pendapatan daerah dan mengefisienkan pengeluaran daerah. Kami juga melobi pemerintah pusat agar bagi hasil migas lebih transparan,” kata Alex yang juga Ketua Forum Konsultasi Daerah Penghasil Migas.

Kepala Dinas Pendidikan Musi Banyuasin Ade Karyana menambahkan, anggaran pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2007 sebesar 22,79 persen atau Rp 341,93 miliar, sedangkan 2008 naik menjadi 24,23 persen (Rp 390,14 miliar). Peningkatan anggaran pendidikan seiring dengan peningkatan APBD dari Rp 1,5 triliun (2007) menjadi Rp 1,6 triliun (2008).

Kondisi Yogyakarta

Berbeda dengan Musi Banyuasin, Daerah Istimewa Yogyakarta yang sejak lama dikenal sebagai kota pelajar justru anggaran pendidikannya belum memadai. Kabupaten Sleman, misalnya, anggaran pendidikan tahun 2008 ”hanya” 17 persen (Rp 63,7 miliar) dari total anggaran belanja non-gaji APBD 2008. Jumlah ini meningkat 2 persen dibandingkan dengan anggaran pendidikan 2007. Jika ditambah komponen gaji guru Rp 320 miliar, alokasi anggaran pendidikan Sleman mencapai Rp 383,7 miliar (45 persen) dari APBD 2008.

”Apakah anggaran ini ideal dan mencukupi? Entahlah,” tutur Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Sleman Sunartono.

Dia menjelaskan, Sleman memiliki 500 SD. Jika tiap SD memerlukan dana operasional Rp 8 juta per bulan, berarti diperlukan Rp 96 juta per tahun. Untuk 500 SD, jumlah anggaran itu akan habis. Hitungan itu belum termasuk SMP dan SMA. ”Anggaran pendidikan tak akan mencukupi bila semua biaya operasional sekolah dibebankan kepada pemerintah. Maka, keterlibatan masyarakat diperlukan,” lanjut Sunartono.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga menganggarkan Rp 3,1 miliar untuk perbaikan gedung SD/MI. Jumlah ini lebih rendah daripada dana APBD untuk klub sepak bola PSS Sleman sebesar Rp 5 miliar tahun 2008.

Sementara itu, untuk Kota Yogyakarta tersedia anggaran Rp 302,238 miliar. Dari jumlah itu, anggaran terbanyak untuk gaji (PNS) dan honor (GTT/PTT) sebesar Rp 195,789 miliar. Sisanya untuk kegiatan operasional dan infrastruktur pendidikan. Besaran anggaran ini, menurut Ketua DPRD Kota Yogyakarta Arif Noor Hartanto, masih relevan. Sebab, selain pendidikan, nyaris tidak ada bidang anggaran sektor lain yang sebanding. Untuk pembangunan sarana dan prasarana perkotaan, misalnya, hanya Rp 23,215 miliar atau untuk klub sepak bola PSIM hanya Rp 5,6 miliar. Bagaimana dengan anggaran perjalanan dinas? Konon komponen ini sulit dihitung.

”Yang jelas, anggaran pendidikan yang ditetapkan di Yogyakarta sudah sesuai kebutuhan riil,” ujar Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.

Optimalisasi anggaran

Komentar menarik ihwal anggaran pendidikan seperti diputuskan Mahkamah Konstitusi muncul dari Bupati Jembrana, Bali, I Gede Winasa. ”Tak ada relevansinya mengomentari masalah itu karena Jembrana tidak pernah berpatokan pada persentase anggaran pendidikan. Optimalisasi anggaran jauh lebih penting,” tuturnya.

Jembrana termasuk daerah yang istimewa dalam mengelola pendidikan dan kesehatan. Kabupaten di ujung barat Pulau Bali itu adalah satu dari sedikit daerah di Indonesia yang sejak tahun 2001 menggratiskan pendidikan dari SD hingga SMA/ SMK dan membebaskan dari semua bentuk pungutan serta memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dari sekolah swasta.

Meski pendapatan asli daerah hanya Rp 15 miliar (2007), Jembrana berani memberikan penghargaan kepada guru berupa insentif Rp 5.000 per jam (di luar tunjangan guru), bonus, dan gaji ke-14 sebesar Rp 1 juta per tahun. Guru yang ingin melanjutkan pendidikannya juga dibantu pembiayaannya oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.

”Bagi kami, investasi sumber daya pendidikan berada di atas segalanya,” kata Winasa.

Maka, benarlah ungkapan di awal tulisan. Berbahagialah Anda yang memiliki pemimpin yang amat peduli dengan pendidikan sebab dari sana akan lahir manusia-manusia unggul. (cas/ful/bro/wad/raz/ dya/yop/ben/ans/ine/ton)

 

 

 

Kami menerima artikel anda (pelajar dan umum) yang berminat artikelnya dimuat dalam websites ini. Silahkan kirim, via e-mail nusagama@yahoo.com

 

 

 

 

Banner

 

 

 

bullet

Menyediakan DOC ayam kampung

bullet

Menyediakan ayam kampung siap konsumsi

Hubungi: Peternakan  Fajar

Surirejo Rt. 02 Rw. 21, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta Kode Pos. 55581 Telp. (0274) 7866144 & 08164268444

 

Bahasa Inggris tak sesulit yang dibayangankan

Mau Belajar English

Mau Les Privat

Peraturan Lesnya

 

 Donwload Artikel Lainnya

Nusagama Artikel

 

Baca  Artikel

Web NEVATERA

Ummah99

Weblog NUSAGAMA

PROFIL LEMBAGA

KOLEKSI FOTO

DAFTAR TENTOR

 

Download Soal Latihan

Soal SD/MI  <++>  Soal SMP/MTs  <++>  Soal SMA/SMK/MA

 

 
Mitra Konveksi

Bisa buat Kaos, Rompi, Jaket dll, 10 potong bisa, Hub. Heri SS 0274-7408026, 08156898390, Showroom Selatan SMAN 1 Banguntapan Bantul

Habbat's Kid Honey

Madu pilihan dg komposisi minyak habbatusauda dan minyak zaitun, dg Omega 3, 6, dan 9 sangat baik untuk pertumbuhan otak. Hub. Hardi A. 081328899575

Mega Buana Komputer

Mau Beli Komputer dg spesifikasi anda, bisa nego Hub. M. Zubair  08179415230,   Showroom Klebengan utara Fakultas Peternakan UGM)

Copyright © 2002 by NusagamaCollege. Design by Um412 & Afifi.