Apakah BLOG itu akan juga berperan dalam kampanye? Dalam
bahasa Web, blog politik menciptakan jejaring bagi orang di luar
jangkauan penongkrong sekretariat dan posko partai. Daya tarik sebuah
blog tergantung hubungan blogger dengan komunitasnya. Hubungan ini bisa
menggalang energi dalam blogosprre. Jadi, blog akan punya peran
yang semakin besar dalam Pemilu Presiden tahun 2009.
Ada blogger yang menyarankan agar capres, lewat blognya,
menyajikan desain yang handal, terutama animasi baik dari flash atau
Javascript. Biarkan para netter meng-copy-paste, mendownload
aplikasi dan layout untuk blognya. Dijamin dech para blogger dan
perfriendsteran Indonesia akan simpati.
Memang, tidak bisa seorang calon presiden menulis beberapa
kata dalam web blog dan berharap hasilnya bisa disebut sebagai suatu
blog. Tetapi boleh jadi, pemimpin masa depan adalah seorang blogger yang
punya visi dan kepemimpinan masa politik depan.
Di Indonesia pada zaman Oerde Baru, kunci kemenangan adalah
Soeharto. Siapa dapat restu, dia bakal menang. Makin sedikit muncul di
media, makin bagus. Sekarang ada pilihan dua pola pemenangan suara.
Pertama, dengan politik uang. Kedua, dengan politik media.dia.
Kerangka Politik uang sudah jelas. Kumpulkan uang
sebanyak-banyaknya dari mana entah, mau cari investor yang dijanjikan
keuntungan dari permainan proyek pejabat terpilih. Pola kedua, membangun
dukungan publik melalui media. Ini lebih jujur tetapi jauh lebih rumit.
Cara ini sudah dimulai oleh SBY dalam pemilu 2004. Walaupun Megawati
menguasai masa dan Golkar menguasai birokrasi, SBY menang dalam opini
publik dan dalam penampilan di televisi.
Sby juga punya blog, tapi bukan blogger. Karena blognya
dikelola orang lain. Padahal untuk mendapatkan masukan lewat blog,
hasilnya bisa sangat jelas. Karena blogger biasanya menyamp[aikan
pendapat tampa tedeng aling-aling, alias asli tanpa difliter lagi, keras
dan pedas tapi very-very clear.
Pada pemilu presiden 2009 diharapkan pola kedua bisa menggeser politik
uang. Sebab bagaimanapun, memenangkan suara melalui pencitraan di media
masa dan internet akan membuat proses pemilihan lebih jujur daripada
mengandalkan uang untuk fasilitas hubungan pemilih dan calon. (Sumber,
Tabloid Abadi, edisi 30 thn III, April 2008)