|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kami menerima artikel
anda (pelajar dan umum) yang berminat artikelnya dimuat dalam
websites ini. Silahkan kirim, via e-mail
nusagama@yahoo.com
|
|
Pendidikan Sistem Kamar Mandi Kepada siapa kita akan berharap akan
semua perbaikan situasi Indonesia ke depan, kalau bukan pada proses
pendidikan yang lebih baik. Proses yang akan mengantarkan anak-anak
bangsa ini mencapai pencerahan dan pada waktunya kelak membawa
Indonesia sejajar dengan bangsa lain di dunia. Mari melihat
Indonesia lebih optimis. Pendidikan dijenjang-jenjang yang telah
kita nikmati pada tahun-tahun sebelumnya menjadi satu catatan
penting bagi kita, bahwa pendidikan, dalam arti sistem persekolahan,
belum tergantikan sebagai sarana transformasi sosial. Transformasi
sosial yang menjadi prasyarat pembangunan nasional di Indonesia
berjalan di tempat. Lalu apakah pendidikan memiliki sumbangsih
terhadap perlambatan/involusi transformasi sosial di Indonesia?
Pertanyaan ini akan dapat dikaji dari berbagai macam sudut dan
variabel pengukurnya. Tapi yang menurut saya cukup signifkan
diperbincangkan adalah, bahwa setiap orang Indonesia yang pernah
mengenyam pindidikan dasar semestinya memiliki dasar-dasar
kemanusiaaan - dari hasil pendidikan - untuk hidup bermasyarakat.
Semestinya amunisi humanisasi yang laten pada manusia dapat
ditumbuhkan dari proses pendidikan, dari pendidikan dasar samapai
tinggi. Lalu apakah pendidikan memilki sumbangsih terhadap proses
dehumanisasi rakyat Indonesia? Kalau setiap anak yang pernah duduk
di bangku sekolah, selama ia sekolah, diajarkan tata hidup yang
bersih: kencing harus siram, menjaga kamar mandi dan WC, tidak boleh
mencoret-coret, menjaga fasilitas kamar mandi dan WC, dan memberikan
penyadaran bahwa kamar mandi dan WC adalah cermin kemanusiaan kita,
maka kelak akan lahir generasi pencinta kebersihan kamar mandi dan
wc. Coba kita lihat sekarang kamar mandi dan wc yang jorok sangat
mudah ditemukan pada terminal, stasiun, gerbong kereta api, Kalau
proses pendidikan berhasil maka generasi yang cinta kamar mandi
bersih akan segera terwujud. Mari kita memulainya dari kita sendiri,
sebelum ke anak-anak kita. Sungguh menyesakkan dan menyakitkan kalau
tiba-tiba kita berdiri di sebuah kamar mandi dan wc yang kondisinya
sangat jorok. Padahal kita sangat membutuhkannya pada saat itu. Saat
itulah ujian yang paling berat bagi kita. Apakah kita akan mengikuti
jejak orang-orang sebelumnya ataukah kita akan mempertahankan diri
untuk tetap bersikap mencintai sesuatu yang bersih. Bertahan itu
menyakitkan, kecuali kita ikhlas. Mari kita tetap bertahan menyiram
air kencing kita di kamar mandi dan WC di tempat yang jorok.
Menyimpan sampah kita di saku sebelum ketemu tong sampah walaupun di
kanan kiri kita sampah. Kita harus kuat. Dan tularkan. Inilah
pendidikan Sistem Kamar Mandi. Berangkat dari subsistem paling kecil
kemudian beralih ke sistem yang lebih besar.
Ditulis oleh: Teguh
Triwiyanto.
|
|
|
|
| |
|
Kami menerima artikel
anda (pelajar dan umum) yang berminat artikelnya dimuat dalam
websites ini. Silahkan kirim, via e-mail
nusagama@yahoo.com
|
|
|
|
|
|
|