Sebagai Guru Berkompetensi Plus- Berhasil Mendidik dan Menyebarkan Lewat Menulis

Tahun 2013 adalah tahun dimana guru menjadi Central Focus perhatihan masyarakat. Guru menjadi pengemban keberhasilan pendidikan bagi masyarakat. Apalagi dengan adanya kurikulum baru integratif tahun 2013. Kurikulum ini telah dicanangkan oleh wakil Presiden Boediono pada acara kegiatan rembuk pendidikan nasional dan resmi akan digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2013.

Kriteria guru yang berhasil bukan hanya yang pandai mengajar, menyiapkan bahan ajar namun juga dituntut untuk bisa mengembangkan kompetensi diri sebagai pendidik.  Ruang lingkup pengembangan kemampuan sebagai pendidik bukan hanya sebatas punya sertifikat dan membuat bahan ajar saja namun banyak hal lainnya. Beberapa faktor mengapa guru harus mengembangkan kompetensinya adalah sebagai berikut:

  1.  Pengetahuan dan metode pengajaran selalu berkembang.
  2. Bahan dan materi yang diajarkan terus berubahan sesuai dengan kurikulum dari pemerintah.
  3. Media pengajaran juga terus maju sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dalam menunjang proses belajar mengajar. Bahkan dalam kurikulum baru mata pelajaran TIK dihapus dengan alasan dan asumsi TIK telah menjadi milik umum sehingga semua guru bisa menggunakan kemajuan TIK sebagai sarana meningkatkan efektivitas dalam pengajaran.
  4. Perkembangan emosi dan psikologi siswa dan peserta didik selalu berubah da terus meningkat.

Sebagai guru yang berkemampuan dan berkompetensi plus adalah bisa menyebarkan ilmu dan pengalamannya kepada guru lain atau masyarakat umum. Dalam hal ini kegiatan dan kompetensi yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut;

  1. Guru wajib membaca,
  2. Guru mampu menulis.
  3. Guru mampu mempresentasikan hasil karyanya.

Kalau kita cermati dari 3 hal diatas saling bertautan satu sama yang lainnya. Supaya kita dapat menulis berarti harus punya idea atau bahan. Idea dan bahan untuk tulisan paling banyak didapat dari membaca. Kalau banyak membanyak seseorang akan mempunyai pengetahuan yang banyak. Pengalaman bukan hanya hanya yang kiata jalani dan alami namun banyak pengetahuan dan pengalaman dari buku. Kegiatan ke-3 adalah mempresentasikan hasil karya guru. Kalau apa-apa dan materi yang akan kita presentasikan merupakan hasil pengetahuan kita yang diperoleh secara original dari membaca tentu sudah paham. Materi sebanyak apapun dan serumit apapun kalau kita sudah pahami tentu dalam mempresentasikan lebih mudah dan ringan. Kalau ada yang mempertanyakan data menyanggah kita sudah punya argunmentasi yang kuat.

Untuk tahap awal dalam menulis, menulis dari bahan dan metari yang bisa dan ringan serta anda pahami.  Masalah gaya penulisan akan tumbuh seiring dengan kebiasaan anda menulis. Kalau belum memulai menulis anda sudah berpikir tentang metode dan gaya penulisan tentu sulit dipahamkan. Karena gaya penulisan seseorang dengan orang lainnya selalu berbeda. Dan metode penulisan sangat tergantung siapa yang menulisnya.  Metode yang bagus adalah metode yang membuat anda menjadi mudah dalam mengeluarkan ide dan bahan materi tulisan.

Demikian kajian kemampuan guru dalam menulisa karya ilmiah.

Sumber dari internet,

Cara menulisa di komputer dengan format yang baik bisa privat komputer olah kata. Guru menulis karya, latihan menulis karya, teknik menulis karya, menulis publikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *