0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Belajar  hanya untuk menggambarkan bahwa belajar dari alam sekitar kita. Kalau dulu anak kecil ingin radio atau tivi cukup buat dengan tanah liat, Ingin perahu buah pakai daun, ingin pesawat terbang buat pakai daun Kluwih, ingin mobil-mobilan buat pakai pelepah pisang dan rodanya pakai buah Kluwing, sekarang pabrik di Cina dah buatkan main-mainan yang variatif tapi generasi kita tidak tahu prosesnya (miskin inspirasi, miskin kreativitas, miskin daya juang). Permainan penuh kreasi belajar jaman dulu.  Kita ikut berdosa tidak, atau diturunkan kita merasa salah tidak. Jadi  jangan salah dia generasi muda saja, pendidik dan pengambil kebijakan negara ini perlu berubah.

Pendidikan juga mengalami tren to basic nature dan pengolahan rasa. Pola pendidikan mengalami sebuah perubahan dan pola yang ada menunjukan ke arah hal yang baru bagi peserta didik. Lembaga pendidikan di kota besar biasanya tidak pernah bersentuh langsung dengan kejadian alam yang alami. Sedang pendidikan di kota kecil (baca : desa) lebih banyak bersentuhan dengan alam. Namun anak-anak kota kecil cenderung ketinggalan dengan perkembangan teknologi. Sehingga ada kesenjangan antara kota besar dan kota kecil dalam hal perkembangan pengetahuan alam sekitarnya.

Kejadian konkrit adalah anak-anak jenjang SD di daerah Gunung Kidul tentu tidak heran jika mereka melihat kerbau, sapi dan kambing. Bahkan mereka biasa bercengkram dengan hewan tersebut. Apalagi dengan alam contoh kehujanan bagi mereka yang tinggal di daerah desa, hal yang biasa karena memang mereka serba terbatas, jika hujan hanya berteduh atau pakai daun pisang untuk melindungi.

Namun bagi anak di kota besar bercengkrama dengan berbagai binatang adalah hal yang BARU dan ada nilai RASA YANG BARU karena ada rasa sedikit takut. Sehingga ini ada proses yang baru bagi dia untuk mengubah menajdi tidak takut (hal yang baru). Tentu bagi anak -anak desa mesrasa agak heran mengapa siswa di kota besar, mengapa harus bermain di lumpur dan menanam padi. Hal ini ada perbedaan cita rasa dari kedua kelompok siswa tersebut. Sehingga timbul yang namanya ingin tahu hal yang baru.

Biaya pendidikan mahal sama : di Kota Besar dan Kota Kecil. Melihat usaha pencarian niliai yang baru tersebut sekolah perlu biaya yang besar untuk memenuhi itu. Sekolah di kota besar harus menyediakan laboratorium alam yang luas. Namun ini bisa diajak ke desa atau yang masih ada lahan. Tapi jadi maslah kalau sekoalh di kota kecil karena fasilitas komputer dan alat elektronika yang lain perlu biaya mahal. Maka perlu kerjasama antar wilayah untuk memenuhi kebutuhan tersebut antara kota dan desa sekaligus melakukan studi lapangan. (Yhy).