fbpx
0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Kecanduan game atau game disorder merupakan pola perilaku bermain game yang sangat tidak dapat terkendali sehingga menyebabkan terganggunya minat serta aktivitas sehati-hati. Kondisi ini bahkan sudah dimasukkan ke dalam klasifikasi penyakit internasional (ICD-11). Seperti halnya perilaku kecanduan lain, gaming disorder memberi efek negatif bagi hubungan dengan pendidikan, pekerjaan, ataupun keluarga. Anak yang telah menderita gangguan ini akan menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game serta mempunyai ikatan emosional dengan kebiasaan tersebut. Selain itu, anak yang kecanduan game dapat menyebabkan relasi sosialnya jadi terputus.

Gejala Kecanduan Game

Anak dapat dikatakan gaming disorder ketika mengalami lima atau lebih gejala-gejala yang ada di bawah ini dalam waktu 12 bulan :

  • Ketika tidak bermain game, anak akan merasa sedih, marah atau ditandai dengan adanya gangguan kecemasan.
  • Anak menjadikan bermain game sebagai kegiatan utamanya. Anak selalu teringat akan permainan yang ia mainkan sebelumnya dan tidak sabar melanjutkan permainannya kembali.
  • Menghabiskan banyak sekali waktu untuk bermain game, karena adanya perasaan butuh untuk bermain.
  • Cenderung tidak dapat menahan diri untuk selalu bermain game,
  • Kurang memiliki ketertarikan dalam berinteraksi dengan orang lain, ataupun melakukan hobi-hobinya selain bermain game,
  • Anak tetap saja bermain secara berlebihan meskipun tahu bahwa kegiatan itu bisa menjadikannya kecanduan serta akan menjadikannya mengalami permasalahan psikososial.
  • Anak tidak mau mendengarkan nasehat dari terapis, keluarga, ataupun teman tentang kebiasaan bermain game yang pada akhirnya masuk ke dalam tahap yang meresahkan banyak orang.
  • Bermain game dijadikan satu-satunya alasan untuk mengembalikan buruknya suasana hati
  • Bermain game memberi dampak buruk pada sekolah maupun hubungannya dengan orang lain.

Mengatasi Kecanduan Game

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengatasi kecanduan game yang sudah terlanjur diderita anak, di antaranya yaitu       :

  1. Memberikan batasan yang tegas mengenai screen time

Orang tua harus memberi batasan waktu anak untuk bermain game setiap hari. Waktu atau screen time yang disarankan adalah satu jam di dalam satu hari. Orang tua harus terus mengawasi anak dan memberikan ketegasan untuk menghindari kecanduan pada anak.

  • Mencari tahu penyebab anak kecanduan

Apabila anak ribut saat tidak diperbolehkan bermain game seperti yang dijelaskan di atas, berati ada hal yang harus dikurangi. Banyak alasan yang menyebabkan anak menjadi kecanduan dalam bermain game. Seperti anak yang mudah bosan dan tidak ada kegiatan yang dapat dilakukan selain bermain game, maka hal itu harus disikapi dengan bijak oleh orang tua dan dicari solusi atas permasalahan tersebut.

  • Terapi Untuk Mengatasi Kecanduan Game

Anak yang mengalami kecanduan game memerlukan terapi untuk mengatasi dampak kecanduan yang ia alami. Ada beberapa terapi untuk mengatasi hal tersebut, yaitu Cognitive Behavior Therapy (CBT), Motivational Interview (MI), dan juga Terapi Perilaku.   

Les Privat Untuk Mengatasi Kecanduan Game

Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh orang tua selain cara yang disebutkan di atas adalah memberikan les privat bagi anak. Adanya guru khusus untuk anak menjadikan ia akan lebih terkontrol dalam waktu belajarnya dan mengurangi bermain game terlalu banyak. Tidak seperti orang tua yang kadang dibantah, anak cenderung menurut apabila diajarkan oleh orang lain. Selain itu, orang tua juga akan tahu sejauh mana perkembangan belajar anak yang sebelumnya menurun karena terlalu seringnya menghabiskan waktu untuk bermain game alih-alih belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah.