fbpx
0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Learning Disorder atau kesulitan belajar merupakah sebuah gangguan neurologis yang memberi pengaruh pada kemampuan saat memproses, menerima, menganalisis, serta ketika proses penyimpanan informasi. Anak yang menderita learning disorder memiliki tingkat intelegensia yang tidak jauh beda atau bahkan terkadang lebih tinggi dengan teman-teman seusianya, namun memiliki daya belajar yang lebih rendah dan tidak secepat orang-orang sekitarnya.

Beberapa masalah yang biasanya terkait dengan gangguan belajar adalah adanya kesulitan ketika mengeja, membaca, penalaran, menulis, meningat, dan juga keterampilan motorik serta masalah di dalam matematika. Anak-anak yang mengalami gangguan belajar dan tidak diterapi, akan dapat berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri mereka. Anak-anak ini akan berjuang lebih dari teman-teman mereka, namun ketika di sekolah mereka tidak mendapatkan balasan ataupun reward dai orang tua serta guru mereka. Anak-anak dengan gangguan ini bisa menyebabkan penderitaan psikologis yang cukup signifikan ketika dewasa nanti.

Jenis-jenis Learning Disorder

Anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar wajib menjalani pemeriksaan terlebih dahulu guna dapat diidentifikasi sesuai dengan jenis kesulitan belajar yang ia alami. Setelah diketahui, dalam terapi hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah melakukan pendekatan. Berikut adalah jenis-jenis learning disorder pada anak yang harus diketahui oleh orang tua :

  • Kesulitan Membaca (Disleksia)

Gangguan Belajar Disleksia adalah ketidakmampuan belajar spesifik yang berpengaruh pada pemrosesan bahasa khususnya dalam membaca. Adapun tingkat keparahannya dapat berbeda pada masing-masing individu akan tetapi sama-sama bisa mempengaruhi kelancaran dalam mengenali kode/simbol (decoding), membaca, pemahaman bacaan, menulis (writing), mengeja (spelling), mengingat kembali (recall), serta mendikte. Oleh sebab itu gangguan ini sering juga disebut dengan Cacat Belajar Berbasis Bahasa

  • Disgrafia

Gangguan Belajar Disgrafia adalah ketidakmampuan belajar spesifik yang berpengaruh pada kemampuan motorik dan menulis. Adapun gejala-gejalanya dapat ditemui dengan adanya tulisan tangan yang tidak terbaca, jarak spasi yang tidak konsisten, perencanaan tata ruang di atas kertas yang tidak baik, ejaan yang buruk, serta adanya kesusahan di dalam tulisan. Anak dengan gangguan ini terkadang mengalami kesusahan ketika mengerjakan pekerjaan sekolah.

  • Diskalkulia

Gangguan Belajar Diskalkulia adalah ketidakmampuan belajar spesifik yang berpengaruh pada pemahamahan seseorang dalam mempelajari fakta matematika serta memahami angka. Anak dengan gangguan ini kesulitan saat melakukan dan menghafalkan penjumlahan, pembagian, pengurungan, perkalian, dan juga kesusahan ketika ditanya soal waktu, apalagi ketika menyelesaikan perhitungan-perhitungan yang rumit.

  • Ketidakmampuan Belajar Non-Verbal

Gangguan ini ditandai dengan adanya perbedaan yang cukup mencolok antara kemampuan motorik serta verbal yang lebih tinggi, dengan sosial dan visual-spasial yang lebih lemah. Gejalanya ditandai dengan kesusahan untuk menafsirkan isyarat nonverbal misalnya bahasa tubuh atau ekspresi wajah, dan juga koordinasi yang tidak baik.

  • Auditori Processing Disorder (APD)

Gangguan ini ditandai dengan adanya kondisi yang berpengaruh secara negatif tentang bagaimana suara yang berjalan tanpa adanya hambatan yang melalui telinga kemudian oleh otak ditafsirkan serta diproses. Anak dengan gangguan ini tidak dapat mengenali perbedaan halus di antara kata-kata dan suara, bahkan ketika suara tersebut terdengar jelas dan keras.

Les Privat Untuk Mengatasi Gangguan Belajar

Gangguan-gangguan dapat diatasi dengan mendatangkan les privat bagi anak-anak penderitanya. Hal ini dikarenakan anak-anak dengan gangguan belajar membutuhkan perhatian khusus dan treatment tertentu yang tentunya tidak akan didapatkan ketika berada di sekolah. Adapun terapi-terapi yang dapat dilakukan beragam tergantung dari jenis gangguan yang dideritanya. Keberadaan guru khusus untuk anak dapat membantu mereka mengatasi gangguan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri anak.