fbpx
0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Matematika merupakan ilmu yang mempelajari hal-hal misalnya ruang, struktur, besaran, perubahan. Sebagian besar orang tidak menyukai pelajaran ini karena lebih banyak dikenal sebagai pelajaran yang penuh rumus-rumus dan hitungan. Ketika belajar mengenai bagaimana caramenghafal rumus memang terlihat tidak sulit serta cukup menyenangkan. Akan tetapi saat menemui soal yang semakin bervariasi dan materi-materi yang semakin banyak, pasti akan jadi pusing dengan jumlah rumus yang dihafalkan.

Bagi orang yang suka pelajaran ini tentu menyenangkan sekali dalam mempelajarinya. Akan tetapi jika yang kurang suka akan dianggap sebagai mimpi buruk dan momok serta bikin frustasi. Dampaknya, mereka akan mendapatkan nilai jelek karena malas-malasan dalam belajar. Berikut adalah alasan mengapa matematika dianggap sebagai pelajaran yang kurang menyenangkan bagi sebagian besar orang :

  1. Guru yang membosankan

Seperti diketahui, matematika merupakan pelajaran angka. Apabila seorang guru terpaku pada rumus baku mapun angka, maka dalam proses belajar akan terasa sangat membosankan. Jika sudah begini maka siswa akan ngantuk, bosan, dan tidak lagi fokus pada pelajaran. Hal tersebut juga dapat diperparah jika guru tidak suka matematika, tentu suasana pembelajaran akan terasa lebih membosankan.

  • Hanya Berisi Angka

Hampir sebagian besar orang suka mendengarkan cerita. Apalagi jika cerita tersebut bagus, pasti banyak yang mau mendengarkan. Akan tetapi seringkali guru matematika tidak bercerita saat sedang mengajar. Hasilnya matematika akan menjadi sangat membosanka karena hanya berisi angka dan rumus-rumus saja. Membangun cerita adalah salah satu metode yang digunakan untuk memudahkan pemahaman, namun matematika tetap pelajaran fakta dan logika sehingga tidak semua bisa diceritakan. Meski begitu jika guru kreatif dapat menjadikan itu lebih mudah untuk dilakukan.

  • Jawaban yang jelas

Aturan ketika belajar matematika sangat sederhana, jika tidak salah berarti benar. Meskipun sudah dijabarkan denga rumus canggih serta penjelasan yang panjang lebar, namun jika jawaban akhirnya salah, maka akan berujung salah. Berbeda dengan pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia misalnya. Jika jawaban yang diberikan pajang lebar, bisa jadi akan tetap mendapatkan poin meskipun jawaban yang diberikan salah.

  • Tidak mudah dihafalkan

Semua pelajaran sebagian besar mempunyai metode pembelajaran yang dapat dilakukan dengan hafalan, misalnya Geografi, Biologi, Sejarah, serta Bahasa Inggris. Hal ini tidak dapat dilakukan dalam pelajaran matematika. Jikapun[AX1]  sudah menghafal rumus-rumusnya di luar kepala, belum tentu dalam penerapannya dapat berjalan dengan mulus. Mungkin setiap hari sudah latihan memakai berbagai rumus, namun saat ujian, belum pasti menemukan soal yang sama. Rumusnya boleh sama, akan tetapi variasi soalnya berbeda. Itulah matematika.

  • Sulit Dipahami

Matematika terkenal dengan susahnya dalam memahami konsep dasarnya. Jika tidak bisa memahami konsep ini seperti perhitungan, campuran, maka akan kesulitan di dalam memecahkan soal tingkat selanjutnya. Matematika dianggap sulit karena adanya factor ketidakpahaman dalam konsepnya.

Les Privat Untuk Pelajaran Matematika

Apabila masih saja kesulitan dalam belajar matematika, alangkah baiknya jika mendatangkan guru les privat atau bimbingan belajar kepada anak. Hal ini karena pastinya di sekolah anak yang kurang menyukai matematika akan kesulitan dalam memahami pelajaran tersebut karena banyaknya siswa yang harus diajar sehingga guru tidak bisa fokus mengajarkan ke beberapa orang saja. Adanya  bimbingan belajar khusus menjadikan anak bisa fokus dan mendapatkan perhatian khusus untuk mempelajari matematika. Sehingga kesulitan-kesulitan yang dihadapi bisa langsung terselesaikan. Selain itu adanya bimbingan belajar untuk anak juga memudahkan mereka jika ada pertanyaan-pertanyaan sulit atau yang tidak bisa terjawab ketika di sekolah. 


 [AX1]usnya