0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Salah satu gangguan belajar yang seringkali terjadi pada anak adalah disgrafia. Berbeda dengan disleksia yang menjadikan anak kesusahan dalam membaca, disgrafia menjadikan anak kesusahan dalam berekspresi pada bentuk tulisan. Seperti yang disampaikan psikolog klinis dari Thomson Pediatric Centre Singapura, Dr Saveen yang menyatakan bahwa gangguan ini merupakan kesulitan belajar yang mempengaruhi motorik halus dan juga kemampuan menulis.

            Disgrafia bukanlah anak bodoh, nakal, malas belajar, atau yang lain sebagainya. Gangguan ini adalah bagian dari anak berkebutuhan khusus (children with special education-need). Anak-anak yang memiliki gangguan ini sama dengan anak-anak lainnya dalam aspek fisik maupun mentalnya, namun memiliki hambatan dalam mengungkapkan ke dalam bentuk tulisan. Meskipun begitu anak disgrafia dapat tetap berbicara normal dan tidak ada masalah dalam kemampuan lainnya.        

Gejala Gangguan Disgrafia

            Anak disgrafia dilihat dari kesulitannya ketika membuat huruf atau simbol yang matematis. Gejala lain adalah adanya gangguan di dalam mengikuti satu ataupun lebih pelajaran menulis, misalnya berbicara, membaca, dan mendengarkan. Berikut akan dijelaskan gejala-gejala anak yang mengalami gangguan Disgrafia.

  • Memiliki kemampuan verbal yang kuat namun kemampuan dalam menulis sangat kurang
  • Setiap menulis terdapat penghilangan kata atau huruf
  • Ketika memegang pensil terdapat kesalahan
  • Terkadang berbicara sendiri saat menulis
  • Melakukan kesalahan dalam tulisan seperti terbalik atau di dalam ejaan
  • Melakukan kesalahan dalam menulis tanda baca atau bahkan tidak memakai tanda baca sama sekali
  • Tidak ada konsistensi di dalam penggunaan halaman, jarak (spasi) per kata, margin, ataupun huruf

Penyebab Disgrafia

            Tidak ada yang mengetahui secara pasti apa penyebab disgrafia, akan tetapi jika terjadi secara tiba-tiba maka dapat disimpulkan bahwa penyebabnya karena terdapat trauma kepala, baik yang disebabkan oleh penyakit, kecelakaan atau yang lain sebagainya. Penyebab umum adalah akibat terdapat gangguan yang terjadi di otak kiri depan yang berhubungan langsung dengan menulis atau membaca (neorologis). Penyebab lainnya terjadi oleh sebab kurangnya koordinasi tangan dan mata untuk menulis bersambung, menggambar, dan menulis indah. Selain itu dapat pula disebabkan karena gangguan persepsi anak, gangguan memori, gangguan tangan pada anak, serta gangguan kemampuan melaksanakan cross modal.

Peran Orangtua Dalam Menghadapi Anak Disleksia

Apabila ditemukan satu atau beberapa gejala yang disebutkan di atas, orang tua harus segera dan mengidentifikasinya. Orang tua berperan untuk memilih, mempelajari, menetapkan strategi yang pas guna membantu anak di dalam pelajaran menulis.

Bagi penyandang disgrafia, orang tua adalah bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Bagaimana anak menjalani hidup serta memilih, sangat dipengaruhi oleh keputusan-keputusan serta pilihan orang tua. Sementara itu, khusus orang tua, menemukan metode yang tepat untuk memenuhi kebutuhan belajar anak adalah sebuah hal yang sangat baik. Namun, panik serta memaksa anak agar belajar sama dengan anak-anak lain bukan solusi yang baik.

Orangtua harus membicarakan tentang kebutuhan khusus yang anak inginkan. Anak harus diajarkan agar dapat memahami kondisinya supaya bisa menolong dirinya sendiri. Anak butuh diberikan arahan serta diedukasi bahwa kebutuhan belajarnya berbeda dengan teman-temannya yang lain serta itu bukanlah hal yang perlu untuk disesali.