0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Museum Gumuk Pasir Hadir Sebagai Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis. Gumuk pasir, sebuah panorama alam dengan keindahan luar biasa, berupa gunung-gunung pasir pantai yang setiap saat dapat berubah bentuknya menur uti kemana arah angin membawa pasir pantai. Panorama ini layak dikagumi. Tidak semua wilayah tropis memiliki gumuk pasir seperti dipesisir parangtritis ini. Hanya Meksiko dan Indonesia saja yang memiliki gumuk pasir di kawasan tropis.

museum_gumuk_pasir

museum_gumuk_pasir

Museum Gumuk pasir hadir sebagai laboratorium geospasial pesisir Parangtritis, ruang pamer berbagai benda berkaitan dengan ekosistem pesisir pantai. Berbagai jenis bebatuan, pasir, herbarium, dan kekhasan kehidupan pantai menjadi benda koleksi museum.

Terbagi menjadi tiga ruang berbeda, di antaranya ruang museum dan pameran (Ruang A), ruang audio visual dan presentasi hasil riset dari pesisir pantai seluruh Indonesi a (Ruang B ruang kerucut), dan ruang administrasi (Ruang C), Museum Gumuk Pasir menyajikan berbagai pengetahuan tentang geospasial.

Berdiri pada tahun 2002 dan ditangani oleh Pemda Bantul, Fakultas Geografi-UGM, dan Badan Koor di nas i Sur vei dan Pemet aan Nasional (Bakosurtanal), Museum sekaligus laboratorium ini terus berbenah dengan melengkapi berbagai koleksi dan teknologi geospasial. Usaha ini didukung dengan program Litbang Teknologi Surta Pasir , Litbang Pendidikan Ekosistem Pesisir, dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir.

Beberapa jenis bebatuan tampak di ruang museum dan eksibhisi. Koleksi lain berupa tampilan audio visual mengenai berbagai pesisir pantai di Indonesia. Ingin melihat “Gurun Gobi” di Parangtritis sekaligus belajar tentang ekosistem pesisir pantai? Segera saja datang ke Museum Gumuk Pasir di Parangtritis. Museum buka dari hari Senin sampai Sabtu pukul 08.00-16.00 WIB. Untuk konfirmasi silahkan menghubungi telepon (0274) 902332 atau 902336

Gumuk pasir, sebuah panorama alam dengan keindahan luar biasa, berupa gunung-gunung pasir pantai yang setiap saat dapat berubah bentuknya menur uti kemana arah angin membawa pasir pantai. Panorama ini layak dikagumi. Tidak semua wilayah tropis memiliki gumuk pasir seperti dipesisir parangtritis ini. Hanya Meksiko dan Indonesia saja yang memiliki gumuk pasir di kawasan tropis.

Museum Gumuk pasir hadir sebagai laboratorium geospasial pesisir Parangtritis, ruang pamer berbagai benda berkaitan dengan ekosistem pesisir pantai. Berbagai jenis bebatuan, pasir, herbarium, dan kekhasan kehidupan pantai menjadi benda koleksi museum.

Sesuai dengan visi Badan Informasi Geospasial untuk menjadi lembaga penggerak dan terdepan dalam penyelenggaraan informasi geospasial yang andal, terintegrasi dan mudah dimanfaatkan, Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis kemudian direvitalisasi menjadi Parangtritis Geomaritime Science Park. Berdirinya Parangtritis Geomaritime Science Park diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 11 September 2015. Peresmian ini juga sekaligus menandai meningkatnya peran dan fungsi yang semula berupa Laboratorium Geospasial menjadi Geomaritime Science Park.

Nomenklatur Geomaritime digunakan sebagai suatu transdisiplin ilmu dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan sektor maritim dari sudut pandang spasial (keruangan) untuk kesejahteraan masyarakat pesisir pada khususnya. Konsep sebagai science park adalah kawasan yang dikelola oleh manajemen profesional untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui penguasaan, pengembangan, dan penerapan ilmu dan pengetahuan yang relevan.

Terbagi menjadi tiga ruang berbeda, di antaranya ruang museum dan pameran (Ruang A), ruang audio visual dan presentasi hasil riset dari pesisir pantai seluruh Indonesi a (Ruang B ruang kerucut), dan ruang administrasi (Ruang C), Museum Gumuk Pasir menyajikan berbagai pengetahuan tentang geospasial.

Berdiri pada tahun 2002 dan ditangani oleh Pemda Bantul, Fakultas Geografi-UGM, dan Badan Koor di nas i Sur vei dan Pemet aan Nasional (Bakosurtanal), Museum sekaligus laboratorium ini terus berbenah dengan melengkapi berbagai koleksi dan teknologi geospasial. Usaha ini didukung dengan program Litbang Teknologi Surta Pasir , Litbang Pendidikan Ekosistem Pesisir, dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir.

Beberapa jenis bebatuan tampak di ruang museum dan eksibhisi. Koleksi lain berupa tampilan audio visual mengenai berbagai pesisir pantai di Indonesia. Ingin melihat “Gurun Gobi” di Parangtritis sekaligus belajar tentang ekosistem pesisir pantai? Segera saja datang ke Museum Gumuk Pasir di Parangtritis. Museum buka dari hari Senin sampai Sabtu pukul 08.00-16.00 WIB. Untuk konfirmasi silahkan menghubungi telepon (0274) 902332 atau 902336

Sumber dari

http://visitingjogja.com/web/detail/item/wisata/museum-gumuk-pasir.html#.V6FmcUBgZH0

http://catperku.com/gumuk-pasir-parangkusumo-yogyakarta/

http://jogjatrip.com/id/657/Museum-Gumuk-Pasir

http://www.bakosurtanal.go.id/profil-parangtritis-geomaritime-science-park/

http://museumjogja.org/id/content/35-museum-gumuk-pasir

Museum Gumuk Pasir, Pendiri Gumuk Pasir, Koleksi Museum Gumuk Pasir, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour

Kerjakan PR Online Mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR , Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Les Privat (Belajar Mandiri) Mapel SD/MI Mapel  SD MI dan Bahasa Daeraj (Jawa).  Les Privat (Belajar Mandiri) Mapel SMP/MTs Mapel  SMP MTs dan Bahasa Daerah (Jawa). Privat Bahasa Jawa Jogja, Guru Privat Bahasa Jawa, Belajar Privat Bahasa Jawa, Tempat Privat Bahasa Jawa, Guru Belajar Privat Jawa, Tempat Les Bahasa Jawa, Lokasi Privat Bahasa Jawa, Belajar Bahasa Jawa Privat, Privat Bahasa Daerah