fbpx
0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Museum memorial Jenderal Besar Soeharto diresmikan bertepatan dengan harlah beliau 08 Juni di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, DIY. Di atas lahan seluas 3.620 meter persegi, museum ini didirikan untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia. Di museum ini juga memajang berbagai prestasi yang diraih beliau semasa menjabat Presiden RI ke-2.

45-museum-soeharto-lokasi

45-museum-soeharto-lokasi

45-museum_soeharto_kemusuk-dari-atas

45-museum_soeharto_kemusuk-dari-atas

Museum ini dibangun dan diresmikan oleh Bapak H. Probosutedjo (adik dari Soeharto) dan Mbak Tutut (putri pertama Soeharto) terdiri dari beberapa bangunan utama seperti pendopo, ruang diorama dan masjid kecil di sebelah selatan persis ruang diorama ini.

Dalam kunjungannya di museum ini, redaksi kotajogja.com sempat melakukan wawancara singkat dengan Aryo Winoto keponakan dari Bp Soeharto. “Memorial ini dibangun menjadi tetenger dan sumber inspirasi bagi generasi muda, selain itu untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa negara Republik Indonesia.”

Memasuki museum ini kita akan disambut dengan patung besar Jenderal Besar HM. Soeharto karya seniman Edhi Sunarso bersebelahan dengan batu besar sebagai prasasti peresmian museum.  Setelah itu kita masuk dalam pendopo yang memajang multimedia perjuangan beliau serta buku elektronik yang bersebelahan dengan patuh setengah badan Soeharto.

Untuk melihat koleksi lengkap dari museum ini, pengunjung dapat memasuki ruang diorama yang dikemas dengan perpaduan tradisional dan modern. Memasuki ruangan ini, pengunjung akan disambut dengan instalasi roll film yang berisi dokumentasi visual gerak tentang perjuangan beliau, selain itu kita akan disugsuhi diorama perjuangan beliau ketika melakukan koordinasi dengan Pangsar Jenderal Sudirman ketika SO 1 Maret 1949. Di dalam diorama ini kita juga bisa melihat ketika beliau diundang oleh FAO di Roma tahun 1985 untuk mendapatkan penghargaan keberhasilan beliau dalam melakukan swasembada pangan.

Untuk menuntaskan rasa penasaran anda, datang langsung ke museum ini yang beralamatkan di Dusun Kemusuk Argomulyo, Kec Sedayu, Kab Bantul, DIY.  Semoga kedatangan langsung anda dapat memberikan penilaian objektif  mengenai sosok Presiden RI kedua ini.  (konten: ardianovahmadnovski/kotajogja.com)

Museum yang terletak di Bantul ini dibangun diatas lahan seluas 3.620 meter persegi. Museum Soeharto Jogja ini dibangun dan diresmikan oleh Bapak H. Probosutedjo dan Mbak Tutut yang merupakan adik dan putri pertama presiden kedua kita itu. Museum ini dibangun untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau semasa hidupnya dan juga untuk mencatat berbagai prestasi HM Soeharto semasa menjabat sebagai presiden RI ke-2 dalam waktu yang cukup lama, yaitu 32 tahun. Dilihat dari luar, area museum ini cukup luas, sederhana, asri dan juga nuansa bangunannya terlihat bagus karena dikelilingi oleh tembok yang cukup tinggi. Secara umum, museum Soeharto ini terdiri atas beberapa bangunan utama seperti pendopo, ruang diorama dan masjid kecil yang terletak disebelah selatan ruang diorama.

Pertama memasuki museum Soeharto Jogja ini, kita akan disambut oleh patung Pak harto yang berdiri tegak hasil karya Edhi Sunarso. Pada bagian bawah patung terdapat prasasti yang berisi keterangan lahir, wafat dan makam pak harto. Selain prasasi itu, ada juga prasasti peresmian yang ditandatangi pada 8 Juni 2013 oleh kedua pendiri museum ini. Jika kita memasuki pendopo  yang ada dibelakang patung, kita akan menemukan mutimedia yang berisi perjuangan beliau serta buku elektronik dan patung setengah badan disebelahnya. Pendopo ini sepertinya tempat utama museum, karena setiap pengunjung yang datang pasti menuju pendopo itu terlebih dahulu. Menariknya, dibagian langit-langit pendopo ini terdapat gambar pahlawan revolusi yang menunjukkan nilai seni yang tinggi.

Bangunan utama lainnya di museum Soeharto Jogja ini adalah ruang diorama yang merupakan tempat yang berisi koleksi lengkap memorial pak Harto yang dikemas dengan perpaduan tradisional dan modern. Disini, kita akan merasakan perjuangan beliau mulai dari koordinasi dengan Pangsar Jenderal Soedirman ketika SO 1 Maret 1949 maupun saat beliau mendapatkan penghargaan atas keberhasilan beliau dalam swaswembada pangan oleh FAO di Roma tahun 1985. Ruang diorama ini sangat menarik karena penyajiannya menggunakan proyektor dan kaca tersembunyi dalam lorong – lorong, sehingga ruangan ini cukup menarik perhatian dan keren. Perjuangan – perjuangan pak harto ini pun dikemas dalam bentuk hologram sehingga tidak akan bosan saat memasuki ruangan yang penuh memorial ini.

Petilasan dan Sumur Tempat Pak Harto Lahir

Dibagian belakang, kita akan menemukan sebuah petilasan dan sumur tempat pak Harto lahir, tinggal dan juga mandi saat kecil. Disamping petilasan ini juga terdapat rumah joglo yang sederhana namun juga modern karena terdapat AC didalamnya dan adanya ukiran dari akar pohon. Disana juga terdapat watu blorok yang dikatakan sebagai tempat penyampaian pesan atau isyarat. Secara keseluruhan, museum Soeharto Jogja ini merupakan obyek wisata yang tepat untuk mengenang sejarah. Apalagi, museum ini memang tidak sekedar museum namun berisi perjalanan hidup HM Soeharto dan desainnya juga cukup menyenangkan dan memiliki nilai seni yang tinggi. Selain kita bisa berlibur, belajar, gratis, ,menyenangkan lagi. Apa masih tidak tertarik?

Video

Sumber dari

http://www.cahyogya.com/2015/02/museum-soeharto-jogja-cahyogya.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Soeharto

http://museumsoeharto.blogspot.co.id/

https://www.facebook.com/MuseumMemorialSoeharto/

Museum  Soeharto, Pendiri  Soeharto, Koleksi Museum  Soeharto, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour

Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Privat Belajar PR Online. Pelatihan Kewirausaan Bagi Ibu Rumah Tangga dan Remaja. Privat Bisnis Remaja, Peluang Bisnis Remaja, Bisnis bagi Ibu rumah Tangga, Bisnis Ibu Rumah tangga, Bisnis Profit Ibu Rumah. Pelatihan Parenting bagi Ibu Bapak dan Pengasuh anak. Diklat Parenting, Pola Asuh Parenting, Pendidikan Anak Usia Main, Belajar Parenting, Privat Parenting, Privat Ibu Asuh.