fbpx
0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Museum Pergerakan Wanita Indonesia ini berada di kompleks Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, terletak di Jalan Urip Sumohardjo No. 88, Yogyakarta, merupakan saksi bisu perjuangan pergerakan wanita Indonesia. Diresmikan pada tanggal 22 Desember 1983 oleh Presiden Soeharto. Arsitektur bangunan bernuansa Jawa dengan atap bangunan berbentuk limasan. Perjuangan wanita dalam pembangunan bangsa tergambar dalam dua relief di pendopo Balai Shinta: para wanita duduk bersama, bahu membahu membantu perjuangan bangsa Indonesia. Di sisi lain, terdapat patung Tjut Njak Dien dan R.A. Kartini. Memasuki ruang pamer, pengunjung disambut diorama perjuangan wanita (Kongres Perempuan Indonesia I di Pendopo nDalem Djojodipoeran pada tanggal 2225 Desember 1928) berupa visualisasi tekad perempuan Indonesia dalam kancah perjuangan bangsa.

Koleksi lainnya berupa sebuah mesin ketik tua Remington Portable Model 5, pernah digunakan Ibu Sri Mangunsarkoro sebagai Ketua Panitia Peringatan Seperempat Abad Kongres Perempuan Indonesia pada tahun 1928. Selain itu, sebuah mesin jahit kuno menjadi saksi kiprah pergerakan wanita Indonesia. Mesin jahit tersebut pernah digunakan dalam kegiatan Kursus Wanita Pembangunan Desa tahun 1956, 1958, dan 1959.

Ruang pamer museum memanjang seragam organisasi wanita dari masa ke masa, di antaranya seragam Perwari (Persatuan Wanita Rapublik Indonesia). Satu koleksi yang tak bisa dilewatkan adalah sebuah kunci emas, merupakan cindera mata dari Pimpinan Wanita San Yuan (Puerto Rico) untuk Ibu Sri Mangunsarkoro.

Pada bagian depan terpampang nama museum dengan jelas. Di bagian teras dipajang beberapa patung setengah badan tokoh wanita, seperti Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, Dewi Sartika, dan lainnya. Sengaja ditampilkan tokoh-tokoh wanita, karena museum ini ingin menampilkan representasi pergerakan dan perjuangan kaum wanita.

Museum yang berukuran 15 meter x 20 meter ini memajang koleksi-koleksi yang berkaitan dengan peran wanita dalam satu ruangan besar yang disekat-sekat. Memasuki ruang sekat pertama, ditampilkan prolog sejarah Museum PWI dengan foto-foto tokoh wanita pejuang, di antaranya RA Kartini dan Dewi Sartika. Sementara di sebelah kirinya terdapat koleksi buku museum dan ruang baca yang tertata rapi.

25-museum-pergerakan-wanita

25-museum-pergerakan-wanita

Memasuki ruang berikutnya, di sebelah belakang ruang baca, masih dipajang vandel dan manekin-manekin wanita yang mengenakan beraneka ragam pakaian kerja dari setiap organisasi wanita yang tergabung dalam Kongres Wanita Indonesia. Organisasi wanita itu pada awalnya bernama Kongres Perempuan Indonesia yang muncul di tahun 1928 dan berlangsung di Dalem Joyodipuran Yogyakarta.

Ruang selanjutnya, masih juga menampilkan tokoh-tokoh wanita yang berjasa dalam memprakarsai munculnya Kongres Perempuan Indonesia Pertama, seperti Ny Soekonto (Organisasi Wanita Utomo), Nyi Hadjar Dewantara (Oraganisasi Wanita Tamansiswa), dan Nn Sujatin (Organisasi Putri Indonesia). Selain itu organisasi-organisasi yang mendukung terselenggaranya kongres tersebut, seperti Wanito Utomo, Wanita Tamansiswa, Putri Indonesia, Wanita Katholik, Jong Java (bagian gadis-gadis), Aisyiah, dan Jong Islamietend Bond Dames Afdeling.

Tidak ketinggalan pula, masih dipertahankan beberapa koleksi unggulan Museum PWI yang ditampilkan, seperti koleksi mesin ketik (yang sangat historis dalam pelaksanaan kongres), alat-alat dapur (yang dipakai dalam kegiatan kewanitaan), minirama Kongres Perempuan Pertama 1928 di Yogyakarta, dan replika benda emas yang biasa dipakai oleh wanita, seperti cupu, mangkok, kalung, dan lainnya, yang ditemukan di daerah Wonoboyo, Klaten, Jawa Tengah.

Museum dilengkapi dengan gedung pertemuan yang luas sehingga berbagai kegiatan seperti seminar, lokakarya, pameran, dan bahkan pernikahan dapat diadakan di kompleks museum. Bila berminat, silahkan mengunjungi museum pada hari Senin hingga Kamis pukul 08.00-13.00 WIB, dan pada hari Jumat hingga Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB. Untuk informasi lebih lanjut hubungi nomor telepon (0274) 587818 , 513282, 548721 dan faksimile (0274) 520360

Sumber dari

Museum Pergerakan Wanita

Wajah Baru Museum Kowani Yogyakarta Setelah Direnovasi

http://museumjogja.org/id/content/42-museum-pergerakan-wanita-indonesia

Museum Pergerakan Wanita Indonesia, Pendiri Pergerakan Wanita Indonesia, Koleksi Museum Pergerakan Wanita Indonesia, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour Kerjakan PR Online Mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR , Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Les  Privat (Belajar Mandiri) Mapel SMA/MA/SMK Mapel  SMA MA SMK dan Bahasa Daeraj (Jawa) Les Privat (Belajar Mandiri) Bahasa Asing (Inggris, German, Mandarin). Privat Karyawan English Conversation, Mahasiswa Inggris persiapan kerja.