0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Museum Sasmitaloka Pangsar Jenderal Sudirman. “Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku ini, tetapi jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup tetap menuntut bela siapapun lawan yang akan dihadapi…..”

27-museum-sasmita-loka-sudirman

27-museum-sasmita-loka-sudirman

27-museum-sasmita-loka-sudirman

27-museum-sasmita-loka-sudirman

Itulah salah satu amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman, meski sakit mendera raga namun jiwanya tetap bergelora memimpin perang geriliya dengan ditandu para prajurit yang begitu setia.

Kobaran semangat panglima besar ini dapat dirasakan di museum yang terletak di Jalan Bintaran Wetan 3 Yogyakarta. Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman berdiri kokoh di depan museum. Museum dibangun pada tahun 1890, menempati gedung peninggalan Hindia Belanda, awalnya merupakan kediaman resmi Jenderal Sudirman semasa menjabat sebagai Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia. Sejak tanggal 30 Agustus 1982 gedung tersebut resmi dipakai sebagai museum Sasmitaloka Panglima besar Jenderal Sudirman. Terdiri atas bangunan induk dan dikelilingi bangunan lain di sayp kanan, kiri, dan belakang, dengan 350 koleksi benda peninggalan keluarga Pak Dirman, museum ini menjadi saksi perjalanan kehidupan Pak Dirman.

Pada masa Hindia Belanda, gedung ini dipergunakan sebagai rumah dinas Mr. Wijnchenk, seorang pejabat keuangan Pura Paku Alaman. Pada masa pendudukan Jepang, rumah ini dikosongkan dan perabotnya disita. Setelah Indonesia merdeka, selama 3 bulan gedung Ini digunakan sebagal Markas Kompi “Tukul” dari Batalyon. Pada tanggal 18 Desember 1945 sampai tanggal 19 Desember 1948 gedung ini sebagai kediaman resmi Jenderal Sudirman, setelah dilantik menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat.

Pada masa Agresi Militer Belanda II gedung ini digunakan sebagai Markas “Informatie Geheimen Brigade T” tentara Belanda. Setelah pengakuan kedaulatan RI 27 Desember 1949, gedung ini digunakan sebagai Markas Komando Militer Kota Yogyakarta, Asrama Resimen Infanteri XIII dan Penderita Cacad.

Sejak 17 Juni 1968 sampai 30 Agustus 1982 digunakan sebagai Museum Angkatan Darat. Setelah dipandang gedung dipandang tidak respresentatif untuk museum maka menempati gedung baru di Markas Korem 072/Pamungkas di Jl. Jend. Sudirman 76 dan dipergunaka sebagai memorial museum “Sasmitaloka Pangliam Besar Jenderal Soedirman, berdasarkan Surat Keputusan Kasad No. : Skep/574/VII/1982.

Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah museum sejarah dengan koleksi mengenai perjuangan Jenderal Sudirman. Kata sasmita berasal dari bahasa Jawa, yang berarti “pengingat”, “mengenang”, sedangkan loka berarti “tempat”. Alamat Jl. Bintaran Tengah, Gunungketur, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Koleksi museum tertata seperti pada masa hidup Pak Dirman, antara lain: tempat tidur berkelambu putih, dipan kuno, tempat sembahyang, mesin jahit, dan telepon tua, radio Philips, letaknya tidak mengalami perubahan. Patung lilin Pak Dirman mengenakan pakaian lengkap, mantel tebal dan ikatan kepala, duduk di kursi pojok ruang tidur. Aneka jenis senjata: samurai, senjata api Lee Enfeild, pisol Vickers, dan replika keris yang dipakai Pak Dirman saat bergeriliya, melengkapi koleksi museum ini.

Peristiwa heroik pertempuran Ambarawa, Kolenel Sudirman memimpin langsung TKR berhasil mengusir tentara sekutu dari kota Ambarawa. Peristiwa ini, digambarkan dalam maket Palagan Ambarawa dan PETA pertempuran Ambarawa yang dilengkapi dengan dua pucuk SMR yang dipakai pada peristiwa tersebut, sehingga bisa memupuk rasa semangat nasionalisme pengunjung.

Saksi perjuangan lainnya, diorama bangsal Maria Rumah Sakit Panti Rapih yang menggambarkan suasana saat Pak Dirman dirawat di Rumah Sakit tersebut. Meskipun dalam perawatan, Pak Dirman tidak pernah meninggalkan tugas-tugasnya sebagai Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia.

Ada pula koleksi berupa dokar, digunakan Pak Dirman saat bergeriliya di daerah Gunung Kidul. Uniknya, dokar tersebut tidak ditarik kuda, melainkan oleh para pengawal setia Pak Dirman. Mobil Chevrolet-Styemaster buatan Amerika juga menjadi bagian dari kehidupan perjuangan Pak Dirman. Beberapa diorama perang saat Agresi Militer Belanda dapat disaksikan di ruang diorama.

Tandu, ikon perjuangan geriliya Jenderal Sudirman, dan mantel pribadi menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan Pak Dirman.

Berada di Museum Sasmitaloka tak ubahnya berada di masa kehidupan Pak Dirman. Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman terletak di Jalan Bintaran Wetan Nomor 3 Yogyakarta, telepon (0274) 376663. Museum buka setiap hari, mulai hari Senin hingga Jumat, dengan waktu buka dari pukul 08.00-14.00 WIB. Untuk hari Sabtu, Minggu, dan hari besar, museum tutup, keuali telah melakukan konfirmasi dengan pihak pengelola sebelumnya

Sumber dari

http://wisatadanbudaya.blogspot.co.id/2009/09/museum-sasmitaloka-pangsar-sudirman.html

Museum Sasmitaloka

https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Sasmitaloka_Panglima_Besar_Jenderal_Sudirman

http://museumjogja.org/id/content/46-museum-sasmitaloka-pangsar-jenderal-sudirman

Museum Sasmitaloka Pangsar Jenderal Sudirman, Pendiri Sasmitaloka Pangsar Jenderal Sudirman, Koleksi Museum Sasmitaloka Pangsar Jenderal Sudirman, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour

Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Privat Belajar PR Online, Kerjakan PR mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR, Les Privat (Belajar Mandiri) CALISTUNG untuk PAUD, TK, SD Kelas 1,  Materinya adalah Dasar-dasar Membaca, Cara Membaca, Menulis Huruf, dan Berhitung. Les Privat (Belajar Mandiri) UM PNS ujian masuk CPNS ujian pengawai negeri. Materi kemampuan dasar, pengetahuan umum.