0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Museum Tani Jawa Indonesia Merupakan Sebuah Perjalanan Wisata Yang Mengasyikkan. Digagas dan dirintis oleh Kristya Bintara, Lurah Desa Kebonagung, Imogiri Bantul, dan berdiri pada tanggal 26 September 2005, museum ini mulanya berada di rumah Joglo milik Subandi, dukuh Kanten. Akibat gempa, mulai tanggal 4 Mei 2007, Museum menempati tanah milik Sarjono/Purwo Wiyono di kampung wisata Candran, Kebonagung, Imogiri, Bantul dengan nama Museum Tani Jawa Indonesia.

museum-tani-jawa-indinesia-8

museum-tani-jawa-indinesia-8

Musem Tani Jawa Indonesia merupakan tempat menyimpan seluruh peralatan pertanian, baik tradisional maupun modern, dan budi daya tanaman pertanian tempo dulu (tradisional) hingga budi daya modern. Memiliki maksud memberitahukan, melakukan, merasakan, memahami, dan mewarisi tradisi tani; museum ini menyediakan wahana (bagi pengunjung) untuk benara-benar merasakan dan memahami, serta mewarisi nilai perjuangan, budaya dan tradisi tani dengan memberitahu dan melakukan praktik langsung di lahan pertanian.

Berbagai koleksi alat pertanian peninggalan masa Mataram Kuno dari para petan tempo dulu ada di museum ini, baik terbuat dari kayu, batu, atau besi. Di antara koleksi tersebut adalah luku/bajak, garu, gerobak, cangkul, keranjang, lumping, arit/sabit, ani-ani, caping, wajan, cowek, gosrok, dan genthong. Menariknya, museum ini memiliki agenda rutin setiap tiga bulan sekali dalam setahun, baik berupa perlombaan, pentas seni tradisi, maupun festival tingkat daerah dan nasional. Bulan Januari, museum mengadakan perlombaan tandur (tanam) padi tingkat daerah dan nasional. Lomba masakan tradisional diadakan pada bulan Maret; pentas seni tradisi dan budaya Jawa diadakan pada bulan Mei; festival memedi sawah nasional diadakan pada bulan Juli; pentas seni tradisi tani diadakan pada bulan September, dan pada bulan November museum menggelar perhelatan pameran hasil pangan. Menarik bukan? Kedatangan Anda akan disambut hamparan sawah dan suasana kehidupan desa yang damai, serta alam yang masih hijau. Sambil mencicipi dan menikmati masakan tradisional ala desa Jawa yang dijajakan, rasanya kujungan ke Museum Tani Jawa Indonesia merupakan sebuah perjalanan wisata yang mengasyikkan.

Berikut ini, kegiatan yang bisa dipilih. Tentu saja, harus dikomunikasikan dengan pengelola, agar disiapkan.
1. Belajar/ naik bajak kerbau di sawah
2. Menangkap itik
3. Belajar membuat emping melinjo
4. Belajar membuat tempe tanpa ragi
5. Bersepeda keliling desa
6. Berperahu naga di sungai Opak
7. Menikmati keindahan museum tani
8. Berlatih menanam padi
9. Makan ingkung (ala kenduren)
10.Melukis caping.

Peralatan pertanian yang tersimpan di museum ini berupa peninggalan Mataram Kuno, baik yang terbuat dari kayu, besi ataupun batu. Peralatan tersebut antara lain lesung, lumping, sabit/arit, luku/bajak, garu, grobak, cangkul, keranjang, wajan, cowek, ani-ani, caping, gosrok, dan genthong.

Museum Tani Jawa terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi pada hari Senin hingga Minggu pukul 08.00-15. 00 WIB. Langsung saja datang ke Kampung Tani Candran , desa Wisata Kebonagung, Imogiri, Bantul, telepon (0274) 7865311 atau hubungi Kristya Bintara di nomor telepon 7892762.

Sejarah Museum

Berdirinya Museum Tani Jawa dirintis oleh Kristya Bintara yang pada saat itu menjadi Lurah Desa Kebonagung pada tahun 1998. Pada tahun 2005 beliau dan rekan-rekannya mulai mengumpukan berbagai koleksi pertanian dalam bangunan yang berbentuk seperti pendopo ini. Namun, bangunan runtuh saat terjadinya gempa Jogja pada tahun 2006. Setelah gempa melanda Jogja, museum didirikan kembali dan diresmikan dengan akte notaris  pada tanggal 4 Mei 2007. Segera setelah museum diresmikan kembali koleksi-koleksi dperbaiki kembali karena sebagian koleksi yang sudah terkumpul sebagian patah atau hancur.

Profil Museum

Museum Tani Jawa Indonesia ini menyimpan berbagai alat pertanian tradisional jawa, khususnya alat pertanian yang dipakai oleh masyarakat di Yogyakarta. Di dalam Museum ini terdapat sekitar 620 buah koleksi. Koleksi tersebut terdiri dari alat masak dan alat pertanian yang berasal dari batu, besi, bambu, kayu, dan aluminum mulai dari tahun 1930-an, bahkan terdapat lesung dari tahun 1920-an. Berbagai macam alat yang menjadi koleksi di museum ini antara lain lesung, lumping, sabit/arit, luku/bajak, garu, grobak, cangkul, keranjang, wajan, cowek, ani-ani, caping, gosrok dan genthong.

Museum didirikan dengan maksud sebagai objek wisata pelengkap Desa Wisata Candran yang menawarkan berbagai macam kegiatan yang menarik dan edukatif. Dengan adanya desa wisata ini diharapkan dapat menambah  atau memperjuangan kesejahteraan perekonomian petani pada saat mereka tidak panen. Desa Wisata ini dapat menjadi  tempat untuk  belajar tradisi budaya  tani untuk wisatawan dalam negeri maupu mancanegara. Kerja sama yang dijalin dengan biro perjalanan seperti Asia Link dan Accor group sangat membantu Museum Tani Jawa dalam mendatangkan tamu-tamu dari berbagai negara, yang jumahnya mencapai sekitar 1000 orang pertahunnya. Adanya Desa Wisata Candran ini turut membantu terwujudnya tujuan didrikannya museum tersebut, diantaranya adalah mewariskan nilai-nilai perjuangan petani bagi generasi penerus, nilai-nilai yang rendah hati, selalu bersyukur kepada sang Pencipta dalam keadaan apapun, dan selalu berusaha demi kesejahteraan rakyat.

Pengelola Museum Tani Jawa Imogiri setiap tahun mengadakan berbagai acara yang didukung oleh dinas terkait. Museum Tani Jawa memiliki kegiatan rutin setiap 3 bulan sekali dalam setahun , baik berupa perlombaan, pentas seni tradisi,  maupun festival tingkat daerah dan nasional. Pada bulan Januari Museum mengadakan perlombaan tandur (tanam) padi tingkat daerah dan nasional, lomba masak nasional diadakan pada bulan Maret, pada bulan Mei diadakan pentas seni nasional dan budaya jawa , festival memedi sawah nasional diadakan pada bulan Juli, pada bulan September diadakan pentas seni tradsi tani, dan  pada bulan November museum menggelar perhelatan pamera hasil panngan.

Selain itu, Desa Candran sebagai Desa Wisata juga menyediakan fasilitas Live in/ Homestay yaitu menginap langsung di homestay penduduk dan dapat langsung belajar kehidupan masyarakat tani dan tradisi pedesaan kampong jawa. Berbagai hiburan yang disajikan antara lain Tarian Gejog Lesung/ Nini Thowong, Gamelan, Perahu naga, praktik/belajar membatik dan membuat topeng, praktek membuat emping, dan mempelajari berbagai kesenian tradisional.

Waktu Kunjungan:

  •    Selasa – Minggu:  08.00-15.00 WIB (Note: buka setiap hari dengan syarat konfirmasi)

Harga Tiket :  

  1.    Tiket Museum : sukarela
  2.    Tiket untuk Desa Wisata dihitung per paket dan rombongan yang dibawa, bisa dkonfirmasikan terlebih dahulu mengenai harga.
  1. Museum Tani Jawa terbuka untuk kunjungan untuk semua kalangan, baik individu ataupun kelompok.
  2. Waktu Kunjungan Museum Tani Jawa
    Selasa-Minggu : Pukul 08.00-15.00
    (Hari besar nasional tutup)
  3. Tiket Masuk : Sukarela

Sumber dari

http://koranyogya.com/museum-tani-jawa-indonesia-dalam-kinerja-desa-wisata-candran-bantul/

Mengenal Museum Tani Jawa Indonesia

http://www.penebar.com/2012/02/museum-tani-jawa-indonesia-yogyakarta.html

http://jalanjogja.com/memaknai-filosofi-petani-di-museum-tani-jawa/

http://www.jpnn.com/read/2014/10/12/263145/Mengunjungi-Museum-Tani-Jawa-Jogjakarta-di-Imogiri-Bantul

http://tanijawa.museumjogja.org/id

https://www.yogyes.com/id/places/902/

http://museumjogja.org/id/content/26-museum-tani-jawa-indonesia

Museum Gumuk Pasir, Pendiri Gumuk Pasir, Koleksi Museum Gumuk Pasir, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour Kerjakan PR Online Mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR , Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Les Privat (Belajar Mandiri) Bahasa Indonesia untuk Orang Asing.   Privat bagi mahasiswa yang sibuk, Privat Matematika Mahasiswa, Privat Statistik Matematika.  Les privat (Belajar Mandiri) Baca Al Quran, focus untuk baca Al Quran bagi Anak, Baca Al Quran bagi Remaja, dan Prvat Baca Al Quran bagi Dewasa.