fbpx
0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Museum UGM merupakan museum yang menarasikan tentang perjalanan sejarah Universitas Gadjah Mada dari masa ke masa Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu universitas nasional yang tertua dan terbesar di Indonesia. Bahkan tidak salah apabila UGM disebut sebgai salah satu Universitas perintis pendidikan modern di tanah air. Karena itu, kiprah lembaga pendidikan ini sejak awal berdirinya hingga mencapai keadaanya yang sekarang merupakan bagian yang penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Banyak pengalaman berharga dapat dipelajari dari proses tumbuh kembangnya UGM.

Namun, berbagai pengalaman yang dialami oleh UGM tidak banyak diketahui oleh citivas-akademika UGM sendiri apalagi oleh masyarakat pada umumnya. Karena itu, pengalaman-pengalaman tersebut seakan tidak mempunyai arti kehidupan masyarakat di masa kini. Nilai-nilai penting yang seharusnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita saat ini dan generasi mendatang akan hilang begitu saja, tanpa jejak. Padahal, nilai-nilai itu sesungguhnya merupakan warisan penting yang dapat memperkaya kehidupan, baik di lingkungan akademika maupun di tengah masyarakat luas.

43-museum-ugm-foto

43-museum-ugm-foto

43-museum-ugm-tempat-tidur-barak-obama

43-museum-ugm-tempat-tidur-barak-obama

Menyadari akan hal itu, sudah selayaknya kini Universitas Gadjah Mada mulai menghimpun berbagai pengalaman yang berharga agar MUSEUM UGM Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan 28 29 dapat dilestarikan, dipelajari dan diteladani oleh generasi penerus masa kini maupun mendatang. Upaya ini dapat diawali dengan mendirikan Museum Universitas Gadjah Mada yang bertugas menghimpun dang merawat tinggalan-tinggalan bendawi yang mempunyai nilai penting dalam sejarah UGM dan menampilkan kepada civitas akademika serta masyarakat luas sehingga dapat membawa manfaat yang lebih besar. Disadari sepenuhnya, bahwa tujuan utama dari pendirian museum ini bukanya sekedar upaya untuk melestarikan tinggalan bendawinya, tetapi terlebih dari itu adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur UGM. Selain itu , melalui museum ini, diharapkan jati diri UGM dapat dikenal oleh civitas akademika dan masyarakat luas.

Museum Universitas Gadjah Mada mulai dirintis sejak tahun 2000 an dan menjadi embrio pada tanggal 19 Desember 2012. Gagasan pendirian Museum UGM sesungguhnya bukanlah hal baru. Pada tahun 2000 pada era kepemimpinan universitas ini dipegang oleh Prof. Dr. Ichlasul Amal, sudah ada gagasan mendirikan museum tingkat universitas atas usulan dari Prof. Dr. T. Jacob dengan nama ‘UGM Natural History Museum’, yang diharapkan akan menjadi salah satu tujuan bagi para tamu, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat luas yang berkunjung ke Kampus UGM. Selanjutnya pada tahun 2011-2012, minat terhadap upaya merintis museum UGM berlanjut dengan penelitian oleh Tim Peneliti Pusat Studi Pancasila di bawah payung penelitian Klaster Sosial -Humaniora untuk mendapat gambaran tentang isi Museum UGM yang ketika itu dikonsepkan sebagai “living museum”. Hasil penelitian ini ditindaklanjuti dengan serangkaian upaya untuk penelusuran koleksi dan studi banding ke berbagai museum di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan pengadilan kepada masyarakat (LPPMUGM). Konsep penyelenggaraan Museum UGM ini merupakan kelanjutan dari draf awal penyelenggaraan Museum UGM yang telah disusul oleh Sie Museum PKKH UGM (2010) dengan memasukkan beberapa hasil penelitian selama dua tahun tersebut pada hakekatnya menunjukkan kerangka pikir yang tidak jauh berbeda dengan gagasan awal pendirian Museum UGM. Museum UGM merupakan museum yang menarasikan tentang perjalanan sejarah Universitas Gadjah Mada dari masa ke masa. Museum UGM diharapkan menjadi jendela UGM bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat tentang UGM sebagai Universitas perjuangan , universitas kerakyatan, universitas Pancasila, dan universitas Kebangsaan. Sebagai universitas terbesar dan tertua di Indonesia kiprah dan peran UGM dalam mengukir sejarah bangsa tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjungan bangsa Indonesia melawan penjajahan dan fenomena global pada masa itu. Berdirinya UGM di era revolusi fisik menjadi titik tolak ketangguhan dan kegigihan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan. UGM menjadi simbol kebangkitan Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan 30 31 bangsa Indonesia pasca revolusi dan Agresi Militer Belanda ke-2 yaitu pada tanggal 19 Desember 1 9 4 9 . Museum UGM yang berlokasi di kompleks Kampus UGM, Bulaksumur Blok D-6 dan D-7 i ni member i kan gambar an sejarah perjalanan berdirinya UGM dari masa ke masa , sumbangsih UGM untuk bangsa dan negara, kiprah dan perjuangan tokoh-tokoh UGM, dan tokoh nasional yang telah berjasa bagi berdirinya UGM, serta implementasi Tri Dharma UGM baik oleh dosen maupun mahasiswa pada skala nasional maupun internasional.

Di Gedung D7 terdapat koleksi foto-foto rektor UGM dari masa ke masa. Di gedung ini, ternyata juga menyimpan beberapa foto Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Ternyata Barack Obama semasa kecilnya pernah tinggal di gedung D7 ini selama berada di Yogyakarta untuk berkunjung ke saudara ayah tirinya, Soetoro. Koleksi yang dipamerkan antara lain tempat tidur dan foto-foto. Bahkan pada 11 Juni 2013, saat soft opening, menurut keterangan Widodo, museum ini dikunjungi oleh para pejabat Hawaii University dan Maya Soetoro, adik tiri Barack Obama.

 

Spektrum keilmuan yang dikembangkan di UGM sangat luas, terhimpun dalam 18 fakultas, 1 Sekolah Vokasi dan 1 Sekolah Pascasar j ana, ser t a beberapa fasilitas pendukung yang berupa pusat-pusat, Laboratorium dan Kebun Pendidikan terpadu tentu akan mempunyai karakteristik sejarah dan pengembangan disiplin masing-,masing berbeda. Terkait dengan hal itu, saat ini UGM telah memiliki Museum yang sangat khusus dan di bawah pengelolaan masing-masing fakultas. Diantara museum yang telah berkembang adalah Museum Biologi dibawah Fakultas Biologi, Museum Paleontropologi dibawah Fakultas Keedokteran, Museum Kayu Wanagama dibawah Fakultas Kehutanan, Museum Gumuk Pasir dan Museum Peta dibawah Fakultas Geografi . Spektrum kajian yang luas dari museum-museum tersebut menjadikan sebuah potensi kekuatan yang terhimpun dalam sebuah simpul koordinasi pengembangan dan diseminasi museum dibawah koordinasi Museum UGM. Harapan kedepan, Museum UGM selain mempunyai mandate sebagai museum sejarah juga akan mengkoordinasi teknis non substansial materi bagi museum-museum di lingkungan UGM.

Antusiasme pengunjung Museum UGM di Blok D-6 dan D-7, semakin meningkat, sejak dikunjungi pertama kali pada tanggal 11 Juni 2013 dari HAWAII University sampai tanggal 30 April 2014 telah tercatat kurang lebih sebanyak 2000 pengunjung domestik (Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum) dan 70 pengunjung dari luar negeri (Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Belgia, Lesotho, Uganda, Thailand, Malaysia dan Perancis). Dalam catatan kesan dan pesan yang terdokumentasi di sekretariat Museum UGM Blok D-4, para pengunjung merasa bangga, menarik, kagum, amazing, excellent, terkesan dan merasa bangga UGM memiliki Museum yang menceritakan sejarah secara apik. Beberapa keluarga tokoh-tokoh UGM sudah banyak menghi bahkan artefak dan peni nggal an koleksi penti ng yang mendukung proses sejarah dan perjuangan UGM dari masa ke masa. Saat ini, Museum UGM telah menjadi ikon baru dan media pembelajaran, penelitian, dan memperkuat jati diri generasi dan civitas akademika UGM untuk mengabdi bagi bangsa Indonesia. Museum UGM juga sudah dikenal oleh Asosiasi Permuseuman Indonesia dan Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Yogyakarta.

Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu universitas nasional yang tertua dan terbesar di Indonesia. Bahkan tidak salah apabila UGM disebut sebgai salah satu Universitas perintis pendidikan modern di tanah air. Karena itu, kiprah lembaga pendidikan ini sejak awal berdirinya hingga mencapai keadaanya yang sekarang merupakan bagian yang penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Banyak pengalaman berharga dapat dipelajari dari proses tumbuh kembangnya UGM.

Namun, berbagai pengalaman yang dialami oleh UGM tidak banyak diketahui oleh citivas-akademika UGM sendiri apalagi oleh masyarakat pada umumnya. Karena itu, pengalaman-pengalaman tersebut seakan tidak mempunyai arti kehidupan masyarakat di masa kini. Nilai-nilai penting yang seharusnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita saat ini dan generasi mendatang akan hilang begitu saja, tanpa jejak. Padahal, nilai-nilai itu sesungguhnya merupakan warisan penting yang dapat memperkaya kehidupan, baik di lingkungan akademika maupun di tengah masyarakat luas.

Menyadari akan hal itu, sudah selayaknya kini Universitas Gadjah Mada mulai menghimpun berbagai pengalaman yang berharga agar MUSEUM UGM Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan 28 29 dapat dilestarikan, dipelajari dan diteladani oleh generasi penerus masa kini maupun mendatang. Upaya ini dapat diawali dengan mendirikan Museum Universitas Gadjah Mada yang bertugas menghimpun dang merawat tinggalan-tinggalan bendawi yang mempunyai nilai penting dalam sejarah UGM dan menampilkan kepada civitas akademika serta masyarakat luas sehingga dapat membawa manfaat yang lebih besar. Disadari sepenuhnya, bahwa tujuan utama dari pendirian museum ini bukanya sekedar upaya untuk melestarikan tinggalan bendawinya, tetapi terlebih dari itu adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur UGM. Selain itu , melalui museum ini, diharapkan jati diri UGM dapat dikenal oleh civitas akademika dan masyarakat luas.

Museum Universitas Gadjah Mada mulai dirintis sejak tahun 2000 an dan menjadi embrio pada tanggal 19 Desember 2012. Gagasan pendirian Museum UGM sesungguhnya bukanlah hal baru. Pada tahun 2000 pada era kepemimpinan universitas ini dipegang oleh Prof. Dr. Ichlasul Amal, sudah ada gagasan mendirikan museum tingkat universitas atas usulan dari Prof. Dr. T. Jacob dengan nama ‘UGM Natural History Museum’, yang diharapkan akan menjadi salah satu tujuan bagi para tamu, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat luas yang berkunjung ke Kampus UGM. Selanjutnya pada tahun 2011-2012, minat terhadap upaya merintis museum UGM berlanjut dengan penelitian oleh Tim Peneliti Pusat Studi Pancasila di bawah payung penelitian Klaster Sosial -Humaniora untuk mendapat gambaran tentang isi Museum UGM yang ketika itu dikonsepkan sebagai “living museum”. Hasil penelitian ini ditindaklanjuti dengan serangkaian upaya untuk penelusuran koleksi dan studi banding ke berbagai museum di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan pengadilan kepada masyarakat (LPPMUGM). Konsep penyelenggaraan Museum UGM ini merupakan kelanjutan dari draf awal penyelenggaraan Museum UGM yang telah disusul oleh Sie Museum PKKH UGM (2010) dengan memasukkan beberapa hasil penelitian selama dua tahun tersebut pada hakekatnya menunjukkan kerangka pikir yang tidak jauh berbeda dengan gagasan awal pendirian Museum UGM. Museum UGM merupakan museum yang menarasikan tentang perjalanan sejarah Universitas Gadjah Mada dari masa ke masa. Museum UGM diharapkan menjadi jendela UGM bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat tentang UGM sebagai Universitas perjuangan , universitas kerakyatan, universitas Pancasila, dan universitas Kebangsaan. Sebagai universitas terbesar dan tertua di Indonesia kiprah dan peran UGM dalam mengukir sejarah bangsa tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjungan bangsa Indonesia melawan penjajahan dan fenomena global pada masa itu. Berdirinya UGM di era revolusi fisik menjadi titik tolak ketangguhan dan kegigihan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan. UGM menjadi simbol kebangkitan Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan 30 31 bangsa Indonesia pasca revolusi dan Agresi Militer Belanda ke-2 yaitu pada tanggal 19 Desember 1 9 4 9 . Museum UGM yang berlokasi di kompleks Kampus UGM, Bulaksumur Blok D-6 dan D-7 i ni member i kan gambar an sejarah perjalanan berdirinya UGM dari masa ke masa , sumbangsih UGM untuk bangsa dan negara, kiprah dan perjuangan tokoh-tokoh UGM, dan tokoh nasional yang telah berjasa bagi berdirinya UGM, serta implementasi Tri Dharma UGM baik oleh dosen maupun mahasiswa pada skala nasional maupun internasional.

Spektrum keilmuan yang dikembangkan di UGM sangat luas, terhimpun dalam 18 fakultas, 1 Sekolah Vokasi dan 1 Sekolah Pascasar j ana, ser t a beberapa fasilitas pendukung yang berupa pusat-pusat, Laboratorium dan Kebun Pendidikan terpadu tentu akan mempunyai karakteristik sejarah dan pengembangan disiplin masing-,masing berbeda. Terkait dengan hal itu, saat ini UGM telah memiliki Museum yang sangat khusus dan di bawah pengelolaan masing-masing fakultas. Diantara museum yang telah berkembang adalah Museum Biologi dibawah Fakultas Biologi, Museum Paleontropologi dibawah Fakultas Keedokteran, Museum Kayu Wanagama dibawah Fakultas Kehutanan, Museum Gumuk Pasir dan Museum Peta dibawah Fakultas Geografi . Spektrum kajian yang luas dari museum-museum tersebut menjadikan sebuah potensi kekuatan yang terhimpun dalam sebuah simpul koordinasi pengembangan dan diseminasi museum dibawah koordinasi Museum UGM. Harapan kedepan, Museum UGM selain mempunyai mandate sebagai museum sejarah juga akan mengkoordinasi teknis non substansial materi bagi museum-museum di lingkungan UGM.

Antusiasme pengunjung Museum UGM di Blok D-6 dan D-7, semakin meningkat, sejak dikunjungi pertama kali pada tanggal 11 Juni 2013 dari HAWAII University sampai tanggal 30 April 2014 telah tercatat kurang lebih sebanyak 2000 pengunjung domestik (Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum) dan 70 pengunjung dari luar negeri (Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Belgia, Lesotho, Uganda, Thailand, Malaysia dan Perancis). Dalam catatan kesan dan pesan yang terdokumentasi di sekretariat Museum UGM Blok D-4, para pengunjung merasa bangga, menarik, kagum, amazing, excellent, terkesan dan merasa bangga UGM memiliki Museum yang menceritakan sejarah secara apik. Beberapa keluarga tokoh-tokoh UGM sudah banyak menghi bahkan artefak dan peni nggal an koleksi penti ng yang mendukung proses sejarah dan perjuangan UGM dari masa ke masa. Saat ini, Museum UGM telah menjadi ikon baru dan media pembelajaran, penelitian, dan memperkuat jati diri generasi dan civitas akademika UGM untuk mengabdi bagi bangsa Indonesia. Museum UGM juga sudah dikenal oleh Asosiasi Permuseuman Indonesia dan Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Yogyakarta.

Alamat: Universitas Gajah Mada, Bulaksumur, Blok D-6 & D-7, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Telepon: (0274) 588688

Sumber dari

http://arsip.tembi.net/id/news/jaringan-museum/embrio-museum-ugm-yogyakarta-telah-mewujud-5651.html

http://www.balairungpress.com/2014/12/tata-kelola-buruk-museum-ugm-terpuruk-2/ https://twitter.com/museumugm

https://www.facebook.com/Museum-UGM-502076646587565/

https://ugm.ac.id/id/berita/7910-museum.ugm.mulai.dikunjungi

http://ugm.ac.id/id/fasilitas/3639-museum.ugm

http://museumjogja.org/id/content/29-museum-ugm

Museum UGM, Pendiri UGM, Koleksi Museum UGM, Objek Studi Wista, Tempat Studi Wisata, Objek Studi Tour

Kerjakan PR Online Mudah, Bantuan Kerjakan PR, Pahami Dalam Kerjakan PR , Privat Guru Online, Guru Online, Privat Online Indonesia, Belajar Privat Online, Privat Online Jogja. Les Privat (Belajar Mandiri) Mapel SD/MI Mapel  SD MI dan Bahasa Daeraj (Jawa).  Les Privat (Belajar Mandiri) Mapel SMP/MTs Mapel  SMP MTs dan Bahasa Daerah (Jawa). Privat Bahasa Jawa Jogja, Guru Privat Bahasa Jawa, Belajar Privat Bahasa Jawa, Tempat Privat Bahasa Jawa, Guru Belajar Privat Jawa, Tempat Les Bahasa Jawa, Lokasi Privat Bahasa Jawa, Belajar Bahasa Jawa Privat, Privat Bahasa Daerah