0812 1566 3955 nusagama@gmail.com

Ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas dalam proses pelaksanaan kurikulum baru 2013. Tentu ini karena penting bagi generasi dan kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.

Pihak yang selalu melihat kurikulum baru 2013 adalah;

  1. Ahli pendidikan, misal Ki Supriyoko mengingatkan bahwa kurikulum baru bukan hanya agenda sesaat untuk tujuan politik. Kurikulum adalah pedoman dalam proses pendidikan dan pengajaran, maka jika kurikulumnya sudah ada agenda yang salah. Akibatnya bagi bangsa adalah akan dirasakan beberapa tahun ke depan. Berhasil tidaknya kurikulum akan dirasakan setelah hasl dari output siswa itu menjadi dewasa atau menjadi pemimpin bangsa ini.
  2. Masyarakat umum selalu merasakan kebimbangan karena anak dalam belajar selalu  berubah. Dengan perubahan itu orang tua tentu akan menghadapi perubahan anggaran pendidikan bagi anaknya. Demikian juga materi dan buku-buku pelajaran selalu baru namun materinya hanya dibalak balik saja.
  3. Persatuan Guru republik Indonesia, meminta ditunda pelaksanaan kurikulum baru 2013, karena guru juga belum siap. Sosialisasi belum tuntas, maka dalam pelaksanaan masih belum jelas. Kurikulum itu yang melaksanakan  adalah guru dan guru itu bukan hanya di Jakarta saja namun bagi seluruh wilayah Indonesia. Untuk melakukan kesiapan bagi seluruh guru perlu waktu yang cukup. Makanya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) meminta menunda pelaksanaan kurikulum 2013.
  4. Federasi serikat guru indonesia (FSGI), berpendapat bahwa untuk memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia bukan melalui kurikulum namun adalah kondisi guru itu sendiri. Guru saat ini kondisinya belum maksimal untuk melakukan tugas yang berat untuk mendidik bangsa ini. Jika guru sudah bagus dan berkualitas tentu kurikulum akan dibuat apapun siap melaksanakan dengan baik. Jangan senang melakukan perubahan di puncak kekuasaan saja, namun implementasinya nol kecil saja. Karena pengawasan lemah dan pelaksana yaitu guru masih lemah. Walaupun pemerintah bisa saja melalui DPR mensahkan namun guru akan mengajarkan kurikulum lama karena memang belum ada di lapangan.
  5. Federasi Guru Independen Indonesia FGII, menyarankan untuk mempersiapkan uji publik kurikulum baru itu. Hasilnya dianalisa dengan baik baru dilakukan sosialisasi kepada guru yang akan melaksanakan kurikulum bari 2013 itu. Kemudian disiapkan instruktur pelatih kurikulum baru untuk melatih guru-guru di seluruh Indonesia. Ini penting untuk melakukan dan menjaga kesinambungan akan proses yang baik dan berkualitas pendidikan di Indonesia.

Ini beberapa pendapat tentang kurikulum baru, pelatihan kepada guru dan kesiapan instruktur bagi guru. Pelatihan dan pendidikan guru untuk menjamin kaulitas pendidikan.  Untuk guru dan pejabat di disdik mengikuti  Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan, Diklat dan pelatihan komputer untuk  TU dan administrasi sekolah.

Anda punya pemikiran lain, Silahkan sampaikan,……

Pelaksanaan Kurikulum Baru 2013 belum siap, PGRI, FSGI dan FGII meminta ditunda sampai 2014. Kursus komputer sekolah, komputer administrasi sekolah, Privat Komputer, Kursus komputer, privat komputer kantor, privat komputer administrasi